Intelijen TNI AL Bagikan 6 Cara Antisipasi Serangan Siber

Jakarta, IDM – Staf Intelijen TNI AL (Sintelal) membagikan 6 cara antisipasi ancaman serangan siber kepada prajurit di jajaran Koarmada III.
Kegiatan yang dipimpin oleh Kepala Staf Koarmada III Laksamana Pertama Singgih Sugiarto itu diikuti oleh para prajurit yang terdiri dari pejabat utama, kepala staf kerja, komandan KRI serta PNS di wilayah Koarmada III, Sorong, Papua Barat Daya, Jumat (27/9).
Baca Juga: TNI Turunkan 1059 Alutsista di HUT ke-79 TNI di Monas
Perwira Pembantu (Paban) VI Sintelal Kapten Laut (KH) Yulizardi dari Satuan Siber TNI AL, memaparkan ada beberapa cara mengantisipasi ancaman serangan siber yang terjadi saat ini.
Pertama, dia menyarankan para personel untuk menggunakan password atau kata sandi yang kuat seperti kombinasi huruf dan angka.
"Kedua, bijak dalam memberi data pribadi di media sosial, ketiga matikan ponsel pada saat mengadakan pertemuan penting dan rahasia," ujar Yulizardi, dikutip dari keterangan Dispen Koarmada III.
Baca Juga: Total 100 Ribu Prajurit Akan Penuhi Monas di HUT ke-79 TNI
Keempat, lanjutnya, tidak memberi akses ponsel kepada orang yang tidak dikenal. Kelima, memastikan lawan komunikasi menerapkan langkah yang aman.
"Keenam jangan mudah menggunakan jaringan wifi di tempat umum dan ketujuh baca dengan baik syarat dan ketentuan pada saat penginstalan aplikasi," tambahnya. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































