Intelijen Ilmu Wajib yang Harus Dimiliki Prajurit Yonif 6 Marinir

Jakarta, IDM - Dalam rangka menambah wawasan dalam bidang pertempuran, prajurit Batalyon Infanteri (Yonif) 6 Marinir menerima pelajaran intelijen tempur di Kstarian Marinir Hartono, Cilandak, Jakarta, Rabu (1/3).
Pelajaran yang fokus pada penyampaian materi teknik penyelidikan tersebut disampaikan oleh Palakhar Pasi Intel Yonif 6 Marinir Lettu (Mar) Irsyadul Haris M.
Baca Juga: Momen Kebersamaan Prabowo dan Presiden MBZ di UEA, Pererat Kerja Sama Pertahanan
Haris mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan menambah wawasan serta memperdalam pengetahuan prajurit Yonif 6 Marinir tentang ilmu intelijen. "Sehingga bisa mengerti, memahami dan mengimplementasikan tugas yang diberikan satuan," katanya dikutip dari keterangan Dispen Kormar.

Sementara itu, Komandan Batalyon Infanteri (Danyonif) 6 Marinir Letkol (Mar) Rismanto Manurung, menyampaikan melalui pelajaran tersebut, ia berharap seluruh prajurit dapat mengerti dan memahami tentang intelijen tempur secara optimal.
"Walaupun materi yang diberikan merupakan materi-materi dasar, namun menjadi penting karena sangat mendukung dalam pelaksanaan tugasnya," ujarnya.
Baca Juga: Kisah Kolonel Inf Sugiyono yang Berhasil Dapat Pin Emas dari Presiden Jokowi
"Hal ini untuk mengasah dan menajamkan kemampuan prajurit pendarat sekaligus sebagai transfer ilmu, sehingga yang dipelajari nantinya dapat sejalan dengan situasi dan perkembangan di lapangan," imbuhnya. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































