Instabilitas Keamanan, TNI AU Kerahkan Helikopter Caracal untuk Evakuasi Masyarakat di Paro, Nduga

Jakarta, IDM - Instabilitas keamanan yang terjadi di Distrik Paro, Nduga, Papua mendesak TNI dan Polri untuk turun tangan melindungi serta menyelamatkan warga. Aksi teror yang dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) telah meresahkan warga dan membuat mereka mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Sebelumnya diberitakan ratusan warga di wilayah tersebut mengungsi pasca terjadinya insiden pembakaran pesawat Susi Air oleh KKB pada 7 Januari 2023 lalu. Distrik Paro sendiri memang tergolong sebagai daerah rawan lantaran belum terdapat pos TNI-Polri dan menjadi markas KKB.
Untuk membantu proses evakuasi masyarakat, TNI Angkatan Udara (TNI AU) mengerahkan Helikopter Caracal EC-725 dari Skadron Udara 8. Mereka mengevakuasi para pengungsi dari Paro ke Kenyam, Nduga, Papua, Sabtu (11/2). Melansir keterangan dalam laman TNI AU, dalam misi kali ini, helikopter dengan tail number HT-7201 tersebut diawaki oleh Mayor Pnb Arif Khoirudin. Selain helikopter TNI AU, unsur lainnya yang dikerahkan untuk misi kemanusiaan ini adalah helikopter milik Penerbad dan Kepolisian.

Penugasan ini bukanlah yang pertama, sebelumnya, helikopter TNI AU dengan jenis yang sama pun pernah dikerahkan untuk membantu proses evakuasi korban penyerangan KKB di Mimika pada Juli 2022 dan korban penembakan oleh kelompok yang sama di Ilaga pada Februari 2022.
Baca: Prabowo Ungkap Pentingnya Jawa Timur bagi Pertahanan Indonesia
Mengutip informasi Kementerian Sekretariat Negara RI, Selasa (14/2), Helikopter Caracal EC-725 merupakan pesawat buatan Airbus Helicopters Prancis yang mampu memuat 2.200 kilogram beban barang atau 28 pasukan bersenjata lengkap. Helikopter ini dapat diawaki oleh 6 orang serta mampu terbang dengan ketinggian 25.000 kaki dengan jarak jelajah maksimum 526 nauctical mile. (yas)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































