Inspiratif, Seorang Prajurit TNI AD Ubah Pulau Karang Jadi Sentra Bawang Merah

Jakarta, IDM – Kisah inspiratif datang dari Pulau Karang, Lakor di Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD). Adalah Sersan Satu (Sertu) Sabri Tuharea yang bertugas sebagai Bintara Pembina Desa (Babinsa) mengubah pulau ini menjadi sentra bawang merah.
Dilansir dari keterangan Penkodam XV/Pattimura, Selasa (7/10) disebutkan Sertu Sabri Tuharea telah melakukan inovasi luar biasa dengan mengubah lahan yang semula tidak produktif menjadi lahan subur untuk tanaman bawang merah. Inisiatif ini tidak hanya meningkatkan perekonomian masyarakat setempat, tetapi juga mengubah gaya hidup mereka secara signifikan.
Pulau Lakor, yang terdiri dari lima desa (Sera, Yamluli, Lolotuara, Ketty Letpey, dan Letoda) dan tiga dusun (Kiera, Werwawan, dan Letwaru), memiliki kondisi geografis yang unik dengan 75% wilayahnya berupa karang dan hanya 25% berupa tanah. Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat yang sebagian besar sebelumnya hanya mengandalkan produksi minuman keras tradisional jenis Sopi sebagai mata pencaharian.
Baca Juga: Pangkormar Gelar Temu Khusus Pejabat Marinir, Fokus Evaluasi Program
Sertu Sabri Tuharea, yang ditugaskan sebagai Babinsa di Pulau Lakor pada Mei 2021, merasa prihatin dengan kondisi sosial ekonomi masyarakat binaannya. Berbekal pengalamannya bertugas di Kodim 1506/Namlea, ia berinisiatif mencoba menanam bawang merah di sekitar pos ramil menggunakan polibek sederhana dan tanah bekas kotoran kuda serta kambing. Hasilnya sangat menggembirakan, bawang merah tumbuh subur.
Pada bulan berikutnya, Sertu Sabri berkoordinasi dengan Kepala Desa Sera dan mempresentasikan hasil tanamnya. Bersama-sama, mereka menggandeng pejabat desa untuk mensosialisasikan inovasi pengembangan tanaman bawang kepada masyarakat. Usulan ini diterima dengan baik, dan pada Oktober 2021, Sertu Sabri bersama masyarakat Desa Sera mulai bergotong royong menggarap lahan desa seluas 50 meter.
"Mereka membuat bedengan dengan susunan batu karang sebagai pembatas, lalu memasukkan tanah bekas kotoran ternak dan rumput alam," tulis keterangan Penkodam XV/Pattimura.
Baca Juga: TNI AD Siap Kerahkan Denzinubika Bantu Penanganan Kontaminasi Radioaktif di Cikande
Pada Desember 2021, tanaman bawang mulai panen dengan hasil yang memuaskan. Hasil panen awal dapat dikonsumsi oleh masyarakat Desa Sera, yang kemudian memicu antusiasme untuk mengembangkan lahan lebih luas.
"Kini dengan dukungan lahan desa seluas 1,5 hektar, masyarakat didampingi Sertu Sabri mulai mengembangkan budidaya bawang merah," tulis Penkodam XV/Pattimura. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































