HANKAM

Insiden Pesawat Super Tucano, Jenazah 4 Perwira TNI AU Dimakamkan dengan Upacara Militer

jenazah perwira
4 jenazah perwira TNI AU yang menjadi korban dalam insiden jatuhnya 2 pesawat Super Tucano di Pasuruan, Jawa Timur yang disemayamkan di hanggar Skadron Udara 21 Lanud Abdulrachman Saleh Malang. (Foto: Dok. YouTube Airmen TV Dispenau)

Jakarta, IDM - Keempat jenazah perwira TNI Angkatan Udara (TNI AU) yang menjadi korban insiden jatuhnya dua pesawat Super Tucano telah dikebumikan dengan upacara militer pada Jumat (17/11).

“Ada 3 jenazah yang akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Suropati di Malang dan 1 jenazah akan digeser ke Madiun untuk dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Madiun,” ungkap Kepala Dinas Penerangan Angkatan Udara (Kadispenau) Marsma TNI R. Agung Sasongkojati di hanggar Skadron Udara 21 Lanud Abdulrachman Saleh Malang dilansir dari akun YouTube TribunMadura Official, Jumat (17/11).

“Tiga jenazah yang akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan di Malang adalah Kolonel Subhan, Kolonel Widiono, dan Letkol Sandhra Gunawan. Sedangkan yang dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Madiun adalah Letkol Seta,” sambungnya.

Baca Juga: Prabowo Tegaskan Jaringan Persahabatan Antarnegara dalam Gala Dinner ADMM Plus

Keempat perwira TNI AU itu, kata Agung, adalah putra terbaik bangsa. “Terlebih pada hari Rabu lalu, di TV nasional, Kolonel Subhan adalah (mission commander) yang memimpin kegiatan pengiriman bantuan ke Gaza,” jelasnya.

jenazah perwira
(Foto: Dok. YouTube Airmen TV Dispenau)

Keempat perwira TNI AU itu akan mendapat kenaikan pangkat luar biasa (KPLB), naik setingkat lebih tinggi. KPLB diberikan sebagai bentuk penghargaan dari negara atas jasa-jasa dan pengabdian mereka pada bangsa dan negara sebagai prajurit TNI.

Dengan adanya KPLB tersebut, maka Kolonel Pnb Subhan dan Kolonel Adm Widiono berpangkat Marsma TNI (Anumerta). Sedangkan Letkol Pnb Sandhra Gunawan berpangkat Kolonel Pnb (Anumerta) dan Mayor Pnb Yuda A. Seta menjadi Letkol Pnb (Anumerta).

Baca Juga: Prabowo Banggakan Kadet Unhan RI di Gala Dinner ADMM Plus: Kuliah Mereka Beasiswa Penuh

Dua pesawat Super Tucano asal Skadron Udara 21 Lanud Abdulrachman Saleh Malang jatuh di daerah Pasuruan, Jawa Timur, Kamis (16/11). Sebelum terkonfirmasi jatuh, kedua pesawat yang masing-masing memiliki tail number TT-3111 dan TT-3103 terlebih dahulu dilaporkan hilang kontak (lost contact).

Agung menjelaskan kedua pesawat itu tengah melakukan latihan formasi rutin dan berada dalam kondisi baik serta tidak ada masalah saat digunakan. (yas)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.