Inovasi Terbaru Arhanud TNI AD, Ada Target Drone hingga Simulator Mistral Atlas

Jakarta, IDM – Pussenarhanud TNI AD menampilkan sejumlah inovasi unggulan dan terbaru di kegiatan Display Hasil Inovasi dan Litbang Swadaya Balakpus TNI AD.
Dilansir dari keterangan Penpussenarhanud, Rabu (8/4), ada tiga inovasi strategis hasil pengembangan swadaya tahun 2025, yakni Simulator Mistral Atlas, Target Drone Arhanud, dan Catapult MR-117.
Baca Juga: Kemhan Bantah Teken Kontrak 12 Pesawat PC-24 dari Swiss, Karo Infohan: Baru LoI
"Ketiga inovasi ini merupakan wujud nyata komitmen Pussenarhanud dalam mendukung modernisasi alutsista serta peningkatan kemampuan latihan satuan Arhanud secara mandiri, efektif, dan efisien," tulis Pussenarhanud.

Dijelaskan Simulator Mistral Atlas yang ditampilkan merupakan pengembangan dari sistem simulasi sebelumnya dengan peningkatan signifikan pada aspek teknologi. Simulator ini telah dilengkapi dengan visualisasi grafis 3D, sistem interkom, weapon terminal, serta efek suara dan fitur thermal camera berbasis virtual reality.

"Inovasi ini memungkinkan prajurit memperoleh pengalaman latihan yang lebih realistis dengan biaya yang jauh lebih rendah dibandingkan simulator impor," tulis Pussenarhanud.
Baca Juga: Komandan Seskoad Tinjau Kuliah Kerja Lapangan Wilayah Pertahanan Pasis Dikreg LXVII
Sementara itu, Target Drone Arhanud hadir sebagai solusi kebutuhan sasaran latihan tembak yang selama ini masih bergantung pada produk impor. Dengan spesifikasi teknis yang memenuhi standar operasional Arhanud TNI AD, drone ini mampu terbang dengan kecepatan tinggi, memiliki daya tahan yang memadai, serta menggunakan sistem peluncuran catapult dan pendaratan parasut. Selain itu, keunggulan utama dari inovasi ini terletak pada efisiensi anggaran yang sangat signifikan dibandingkan produk sejenis.
"Melengkapi kedua inovasi tersebut, Catapult MR-117 dikembangkan sebagai sistem peluncur drone yang lebih ringan, portabel, dan mudah dimobilisasi. Dengan mekanisme peluncuran berbasis slingshot rubber, alat ini mampu mendukung operasional drone secara optimal di berbagai medan, sekaligus menekan biaya pengadaan secara drastis," tutup Pussenarhanud. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































