HANKAM

Inisiasi KSAD Maruli, Tiga Kali TNI AD Bersihkan Danau Besar di Indonesia

Pembersihan Situ Bagendit.
Pembersihan Situ Bagendit, Kabupaten Garut di Jawa Barat oleh prajurit TNI AD. (Foto: Dok. Dispenad)

Jakarta, IDM – Diinisiasi Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI KSAD Maruli Simanjuntak, TNI AD sudah membersihkan tiga danau besar di Indonesia.

Dilansir dari keterangan Dispenad, Rabu (30/7) tiga danau tersebut yaitu Danau Toba di Sumatera Utara, Danau Tondano di Sulawesi Utara dan Situ Bagendit, Kabupaten Garut di Jawa Barat.

Dijelaskan aksi ini bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan upaya strategis sebagai bentuk kepedulian TNI AD terhadap kelestarian lingkungan hidup dan kesejahteraan rakyat.

Baca Juga: Budi Gunawan Intruksikan Kementerian-Lembaga Siaga Hadapi Potensi Tsunami Imbas Gempa Rusia

Pada aksi terakhir di Situ Bagendit, Maruli memimpin langsung pembersihan. TNI AD sendiri mengerahkan delapan unit ponton dan empat unit conveyor untuk membersihkan gulma eceng gondok dan sampah yang menutupi Situ.

Maruli menegaskan bahwa keberadaan danau ini tidak hanya penting sebagai sumber air, tetapi juga bernilai strategis sebagai destinasi wisata dan penopang pertanian masyarakat Garut.

“Situ Bagendit merupakan aset wisata dan sumber air penting bagi masyarakat Garut. Oleh karena itu, TNI AD hadir membantu pemerintah daerah dalam membersihkan gulma secara masif, menggunakan delapan unit Ponton dan empat unit conveyor, hasil inovasi kita (TNI AD). Ini program kita yang ketiga, dan hasil di dua danau sebelumnya sangat memuaskan,” ujar Maruli.

Teknologi ponton dan conveyor ini merupakan hasil inovasi dari Pusat Peralatan Angkatan Darat (Puspalad) yang dirancang khusus untuk mendukung pembersihan danau dan sungai. Pengerahan alat ini akan berlangsung selama empat bulan, dengan melibatkan ratusan prajurit TNI AD dari Korem 062/Tarumanagara dan Kodim 0611/Garut, serta menggandeng Pemkab Garut.

Baca Juga: Ajang Pengujian Buku Induk, Bakamla Gelar Latihan Kesiapan Tugas di Perairan Tengah Indonesia

Tak hanya berhenti pada pengangkatan gulma, TNI AD juga merancang sistem distribusi air bersih untuk masyarakat dan lahan pertanian melalui pompa hidram dan pipanisasi. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi kekeringan di musim kemarau serta meningkatkan produktivitas pertanian rakyat.

Delapan ponton dikerahkan sebagai armada kerja terapung sekaligus penampung gulma dan sarana mobilisasi tim di atas air. Sementara empat conveyor berfungsi mengangkat gulma dari permukaan danau ke darat, mempercepat proses pembersihan yang sebelumnya sulit dilakukan secara manual.

Kegiatan ini dilaksanakan secara terpadu, melibatkan prajurit TNI AD, unsur pemerintah daerah, relawan lingkungan, dan masyarakat sekitar. Kebersamaan ini memperlihatkan bahwa inisiatif TNI AD mampu menyatukan kekuatan seluruh komponen bangsa untuk menjaga dan merawat lingkungan hidup. (rr)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.