Ini Tuntutan KSAL kepada Komandan Puskopaska yang Baru

Jakarta, IDM – Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali memberikan sejumlah tuntutan kepada Komandan Pusat Komando Pasukan Katak (Danpuskopaska) yang baru.
Adapun Ali memimpin serah terima jabatan Danpuskopaska dari Laksamana Pertama Baroyo Eko Basuki kepada Laksamana Pertama Monang Hatorangan, di Mabesal, Cilangkap, Jakarta, Kamis (19/12).
Ali menjelaskan dalam menghadapi perkembangan lingkungan strategis yang sangat dinamis, TNI AL dituntut untuk mampu beradaptasi dengan baik.
Baca Juga: KSAL: Berangkat ke Lebanon, KRI SIM-367 Dibekali Self-Defense
"Berbagai bentuk tantangan dalam aspek penegakan kedaulatan, penegakan hukum, diplomasi, pengembangan kekuatan serta pemberdayaan matra laut, menjadi core bussiness yang rutin dihadapi prajurit TNI AL,” jelasnya, dikutip dari siaran pers Dispenal.
Selain itu dalam rangka mewujudkan visi Indonesia Emas 2045, TNI AL harus terus meningkatkan kompetensinya dalam melaksanakan tugas pokok sebagai komponen pertahanan negara di laut.
"Saya berharap agar amanah dan kepercayaan ini dapat dijawab dengan kinerja dan kontribusi yang lebih baik sebagai wujud kesinambungan atas prestasi yang telah dicapai oleh pejabat sebelumnya," ujar Ali.
Ali menekankan peran penting yang diemban oleh setiap jajaran TNI AL memiliki porsi yang sama dalam mendukung rencana pembangunan kekuatan menuju TNI AL yang modern, berdaya gentar kawasan, dan berproyeksi global.
Baca Juga: KSAL: Situasi Ancaman di Lebanon Level Medium Darurat
"Saya sangat yakin, dengan kapasitas yang anda miliki, Laksamana mampu mengemban amanah ini dengan baik,” tandas Ali.
Bersamaan dengan serah terima jabatan Danpuskopaska, Ali juga memimpin pergantian jabatan Gubernur Akademi Angkatan Laut (AAL) dari Laksamana Muda Supardi kepada Laksamana Muda Dato Rusman.
Ali juga memimpin Serah Terima Jabatan Koordinator Staf Ahli (Koorsahli) KSAL dari Laksamana Muda Syufenri kepada Laksamana Pertama Budi Raharjo, Kepala Dinas Kelaikan Materiel Angkatan Laut (Kadislaikmatal) dari Laksamana Pertama Aji Normanihadi kepada Laksamana Pertama Bambang H. Witjaksono, dan Kepala Dinas Kesehatan Angkatan Laut (Kadiskesal) di Auditoriun Denma Mabesal dari Laksamana Pertama dr. Dwi Adang Iskandar kepada Laksamana Pertama dr. Sujoko Purnomo. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































