Ini Rangkaian Acara HUT ke-79 TNI, Ada Pameran Alutsista di Monas

Jakarta, IDM – Berbagai rangkaian acara dihadirkan untuk memeriahkan HUT ke-79 TNI pada tanggal 5 Oktober 2024 mendatang. Danpuspom TNI Mayor Jenderal TNI Yusri Nuryanto dalam Apel Gelar Pasukan di Mabes TNI Cilangkap, Kamis, (19/9) mengatakan rangkaian kegiatan HUT TNI ini telah dimulai sejak tanggal 2 September dan berakhir pada tanggal 5 oktober 2024.

Baca Juga: Wakili KSAU, Pangkoopsudnas Tutup Bali Regional Air and Space Power Forum 2024
Berikut rangkaian acara HUT ke-79 TNI
- Tanggal 2-30 september 2024 latihan parade dan defile di Monas dan Halim perdanakusuma
- Tanggal 21-22 september 2024 pada hari Sabtu dan Minggu kegiatan matra fair yaitu pameran alutsista, donor darah dan Panglima run yang terpusat di lapangan Monas.
- Tanggal 29-30 september 2024 gladi kotor kedua di Monas.
- Tanggal 2-3 oktober 2024, gladi bersih di Monas dan sore harinya dilanjutkan dengan doa bersama di Mabes TNI.
- Tanggal 4 oktober 2024 akan dilaksanakan ziarah di TMP Kalibata.
- Dan tanggal 5 oktober 2024 upacara parade dan defile HUT ke-79 TNI di Monas. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































