Ini Perbedaan Hanggar, Apron, dan Shelter di Lanud

Jakarta, IDM – Pangkalan Angkatan Udara (Lanud) memiliki tiga kompartemen atau tempat untuk parkir sekaligus merawat pesawat militer, baik fixed wing maupun rotary wing (helikopter).
Ketiga kompartemen itu antara lain hanggar, apron, dan shelter yang memiliki fungsi masing-masing.
Baca Juga: Antisipasi Perang Modern, TNI AL Genjot Sistem Komunikasi dan Dukungan Siber
Mengutip unggahan Instagram Skadron 12/Amur Jaya Yudha, hanggar berfungsi sebagai bengkel utama pesawat dan helikopter.
Hanggar adalah bangunan tertutup, rapat, serta luas, dikhususkan untuk perawatan berat dan perbaikan alat utama sistem persenjataan (alutsista).

Kemudian, apron merupakan pelataran parkir terbuka. Di apron, pesawat atau helikopter bersiap (stand by) sebelum diterbangkan.
Apron juga difungsikan sebagai tempat pengisian bahan bakar atau sekadar parkir sementara.
Baca Juga: 13 Perwira TNI AD Lulus Latihan di Belarusia, Spesialis Pasukan Operasi Khusus
Terakhir adalah shelter. Berbeda dengan hanggar, shelter adalah pelindung taktis pesawat dan helikopter. Shelter beratap tanpa dinding. Fungsinya menjaga pesawat dan helikopter dari cuaca.
Sederhananya, hanggar untuk merawat, apron untuk bersiap, dan shelter untuk menjaga kesiapsiagaan.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































