Ini Peran “Fighter Controller” dalam Pertempuran Udara, Penghubung Informasi ke Jet Tempur

Jakarta, IDM – Angkatan Udara memiliki personel yang bertindak sebagai fighter controller dalam sebuah pertempuran udara.
Fighter controller merupakan personel di darat yang membantu memantau situasi udara dan mengarahkan pesawat tempur untuk melaksanakan misinya.
Para personel fighter controller memiliki kemampuan khusus dalam pengendalian taktis jet tempur, termasuk melalui metode ground controlled interception (GCI).
Baca Juga: Modus WNA India Selundupkan Serbuk Emas Rp2,9 M di Tubuh Kandas oleh TNI AL
“GCI merupakan metode pengendalian intersepsi jet tempur dari darat dengan memanfaatkan informasi radar, sistem command and control (C2), serta komunikasi radio,” tulis keterangan Komando Pertahanan Udara Nasional (Kohanudnas), dikutip Selasa (27/10).
Melalui metode GCI, fighter controller membantu pilot memperoleh informasi posisi sasaran, perkembangan situasi udara, dan arahan yang diperlukan selama pelaksanaan misi.
Kohanudnas menulis, fighter controller memegang peranan penting dalam operasi pertahanan udara. Sebab, kecepatan memperoleh informasi, ketepatan pengambilan keputusan, serta koordinasi antara pengendali dan pilot menjadi faktor penting dalam keberhasilan misi.
Baca Juga: 98 Bintara TNI AD Resmi Dilantik, Pangdam Cenderawasih Tekankan Pengabdian kepada Rakyat
“Dalam menjaga kedaulatan wilayah udara Indonesia, sinergi antara radar, fighter controller, dan pesawat tempur merupakan bagian penting dari sistem pertahanan udara nasional,” tulis Kohanudnas.
Dalam bahasa sederhana, radar berfungsi mendeteksi, fighter controller mengarahkan, dan pesawat tempur melaksanakan.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































