Ini Pentingnya Orientasi Medan bagi Prajurit Marinir Jelang Latihan

Jakarta, IDM - Batalyon Tank Amfibi (Yontankfib) 2 Marinir melaksanakan orientasi medan latihan di Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) Marinir 5 Baluran Karangtejok, Situbondo, Jawa Timur, Rabu (17/5).
Dikutip dari keterangan Dispen Kormar, orientasi medan yang dipimpin langsung Danyontankfib 2 Marinir Letkol (Mar) Alfredo Yowel Antaribaba ini, dalam rangka mempersiapkan Latihan Satuan Lanjutan I Trwiulan II.
Baca Juga: KSAU Melepas 93 Calon Jamaah Haji TNI AU
Orientasi medan latihan bertujuan mengetahui kondisi dan situasi medan terkini dengan menerapkan secara langsung rencana yang dibuat di home base sehingga pelaksanaan latihan dapat berjalan sesuai rencana.

Alfredo menyampaikan, pelaksanaan orientasi medan latihan ini diharapkan nantinya menjadikan penyelenggaraan Latihan Satuan dapat berjalan dengan baik.
Baca Juga: KRI Teluk Bintuni-520 Sukses Daratkan Pasukan Yonif Mekanis 203/ Arya Kemuning
"Sehingga dapat mewujudkan prajurit 'Macan Kumbang' Yontankfib 2 Marinir yang loyal, profesional, dan militan," pungkasnya. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































