HANKAM

Ini Metode Interaktif Marinir yang Bikin Siswa Perbatasan RI-Malaysia Paham Nasionalisme

Prajurit Satgas Marinir Pengamanan Pulau Terluar
Prajurit Satgas Marinir Pengamanan Pulau Terluar di Sebatik mengajarkan nilai-nilai kebangsaan kepada para siswa SDN 003 Sebatik Timur, Kalimantan Utara, Jumat (20/2). (Foto: Dok. Dispen Kormar)

Jakarta, IDM – Satuan Tugas Marinir Pengamanan Pulau Terluar (Satgasmar Pam Puter) di Sebatik, Kalimantan Utara, memainkan peran ganda yang strategis. Tak hanya menyandang senjata menjaga kedaulatan di Blok Ambalat, para prajurit baret ungu ini aktif masuk ke ruang kelas untuk menanamkan jiwa nasionalisme kepada generasi muda di perbatasan.

Pemandangan berbeda mewarnai SDN 003 Sebatik Timur pada Jumat (20/2). Para prajurit Korps Marinir mengambil alih peran pengajar untuk sementara waktu. Mereka menularkan rasa cinta tanah air dan nilai-nilai kebangsaan kepada siswa-siswi yang tinggal tepat di garis batas Indonesia-Malaysia tersebut.

Komandan Satgasmar Pam Puter Kapten (Mar) Aldi Martino, memimpin langsung kegiatan ini. Ia menjelaskan bahwa pihaknya merancang metode pengajaran khusus agar materi berat soal kebangsaan bisa diterima dengan ringan oleh anak-anak.

Baca Juga: KSAU Resmikan Gedung Koopsudnas yang Diberi Nama Ashadi Tjahjadi

"Kami menerapkan metode interaktif dua arah. Kami mengajak adik-adik berdiskusi, membuka sesi tanya jawab yang seru, hingga melakukan praktik sederhana yang mencerminkan nasionalisme dalam kehidupan sehari-hari," ungkap Aldi menjelaskan teknik pendekatannya, Sabtu (21/2).

Menurut Aldi, pendekatan kaku tidak akan efektif untuk usia sekolah dasar. Oleh karena itu, para prajurit mengubah gaya komunikasi mereka menjadi lebih humanis.

"Tujuannya agar mereka tidak hanya menghafal, tetapi benar-benar meresapi dan bangga menjadi bagian dari Indonesia. Kami ingin nilai-nilai ini terserap efektif sejak usia dini," tegasnya.

Baca Juga: Berbatasan Langsung dengan Vietnam, Marinir Perketat Penjagaan di Pulau Sekatung

Langkah ini menjadi bukti, satgas Marinir tidak hanya berfungsi sebagai kekuatan penangkal (deterrence effect) di garis depan pertahanan. Mereka juga membangun "benteng mental" bagi masyarakat perbatasan.

Posisi Pulau Sebatik sangat krusial dalam peta pertahanan nasional. Pulau ini terbelah dua secara administratif, di mana bagian utara milik Malaysia dan bagian selatan milik Indonesia. Wilayah ini juga berbatasan langsung dengan perairan Blok Ambalat yang kaya sumber daya alam.

Kehadiran aktif Marinir, baik melalui patroli tempur maupun kegiatan sosial seperti mengajar, merupakan bentuk effective occupation (pendudukan efektif). Hal ini memperkuat klaim kepemilikan Indonesia atas batas wilayah NKRI sesuai hukum internasional. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.