Ini Dia, Mayor Inf Yudho Setyono, Danyon Kopassus Termuda

Jakarta, IDM - Komandan Grup 1 Kopassus , Kolonel Inf I Gede Putra Yasa, memimpin serah terima jabatan (Sertijab) Komandan Batalyon 13 dari Mayor Inf Rommi Sakti Alamsyah, kepada Mayor Inf Yudho Setyono. Upacara Sertijab yang digelar secara terbatas di Serambi Kehormatan Grup 1 Kopassus ini berlangsung dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.
Komandan Batalyon 13 Grup 1 Kopassus, Mayor Inf Yudho Setyono, merupakan Perwira lulusan Akademi Militer (Akmil) 2005 pertama yang menjadi Komandan Batalyon (Danyon), sekaligus mencatatkan dirinya sebagai Danyon TNI AD termuda di Indonesia.
Perwira yang pernah menjadi Ketua Senat Dikreg LVII Seskoad 2019 ini juga dikenal banyak orang sebagai pribadi yang ramah dan humble dalam bergaul. Selain itu, beliau juga dikenal sebagai sosok pemimpin yang senantiasa mengedepankan kepentingan anggota dan bekerja dengan prinsip “Memimpin dengan Hati”. Dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sebagai Danyon yang baru, perwira kelahiran Kediri, 31 Maret 1983 ini memiliki motto “Senang di Kantor, Bahagia di Rumah, dan Berhasi dalam Tugas Operasi".
Semasa Taruna tingkat II, Yudho ikut alat Bass Drum. Tidak hanya itu, Yudho juga merupakan Polisi Taruna (Poltar) dan terpilih sebagai tim Bendera. Tak heran jika di kalangan rekan satu angkatannya, Yudho cukup disegani.
Dalam setiap kesempatan, Yudho selalu berpesan kepada para juniornya, untuk terus menempa diri, mengembangkan kemampuan, loyalitas serta dedikasi pada tugas pengabdian sebagai prajurit Angkatan Darat. "Teruslah memacu diri dan mengasah kemampuan, jangan berpuas diri dengan apa yang dicapai saat ini. Jadilah prajurit yang memiliki kemampuan di atas rata-rata, agar mampu menjadi pemimpin, guru dan teman bagi anggota," pesannya.
"Labor Omnia Vincit Improbus, kerja keras menaklukkan segalanya. Itulah prinsip hidup saya, tidak ada yg tidak bisa dilakukan selama ada kemauan," imbuhnya.
Dengan kehadiran Mayor Inf Yudho Setyono sebagai Danyon yang baru, diharapkan dapat meningkatkan prestasi dan keberhasilan Batalyon 13 Grup 1 Kopassus, yang dikenal sebagai salah satu Batalyon terbaik di jajaran Kopassus, baik dari segi pembinaan satuan maupun penugasan operasi. (wan/man)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































