Ingatkan Perang Kognitif ke Mahasiswa, Danpusterad: Informasi yang Ramai Diperbincangkan Belum Tentu Benar

Jakarta, IDM – Komandan Pusat Teritorial TNI Angkatan Darat (Danpusterad) Letjen Mohamad Hasan berpesan ke para mahasiswa bahwa saat ini perang tidak hanya melalui fisik, tetapi juga pikiran.
Hal itu disampaikan Letjen Hasan saat memberikan sambutan sekaligus membuka kegiatan “Silaturahmi Kebangsaan dengan Civitas Akademika” di Ballroom Hotel Harison Ultima, Bekasi, Jawa Barat, Kamis (29/10).
Hasan mengatakan bahwa perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) membawa tantangan baru bagi generasi muda, khususnya mahasiswa yang setiap hari berinteraksi dengan berbagai informasi melalui media sosial.
Baca Juga: Denjaka hingga Kopassus Latihan Bareng Pasukan Khusus Australia di Bogor
Mantan Panglima Komando Cadangan Strategis TNI AD (Pangkostrad) itu menyebut, perang saat ini tidak hanya berlangsung secara fisik, tetapi juga melalui perang informasi dan perang kognitif yang berupaya memengaruhi pola pikir, emosi, serta cara pandang masyarakat.
Hasan mengatakan, penyebaran hoaks, disinformasi, dan informasi yang belum terverifikasi dapat memicu perpecahan apabila tidak disikapi secara bijak.
“Informasi yang ramai diperbincangkan belum tentu benar. Karena itu, kita harus mampu menjadi penjaga kebenaran di ruang digital dengan membiasakan diri memeriksa dan memverifikasi setiap informasi sebelum mempercayai atau menyebarkannya,” kata Hasan, sebagaimana dikutip dari keterangan pers Pen Pusterad yang disiarkan Puspen TNI, Sabtu (31/10).
Lebih lanjut, Danpusterad mengingatkan bahwa pemanfaatan AI harus diarahkan untuk mendukung kemajuan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia, bukan disalahgunakan untuk menyebarkan informasi menyesatkan atau merugikan orang lain.
Baca Juga: 100 Personel TNI Tiga Matra Ditatar Teritorial untuk Bimbing Aparat Kewilayahan
Hasan berharap agar mahasiswa mampu mengembangkan kemampuan berpikir kritis (critical thinking), memperkuat wawasan kebangsaan, serta menjadi agen perubahan sekaligus kekuatan intelektual yang berkontribusi positif bagi bangsa dan negara.
Hasan juga menekankan bahwa bela negara bukan semata-mata menjadi tanggung jawab TNI, melainkan seluruh elemen bangsa, termasuk mahasiswa.
“Bela negara di era digital dapat diwujudkan melalui sikap kritis, bijak bermedia sosial, menjaga persatuan, serta tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang dapat memecah belah bangsa,” tutur Hasan.
Hankam

Rapat DPN, Menhan Sjafrie Kumpulkan Kepala BIN, Panglima TNI, Kapolri hingga Kepala Staf Angkatan
Jakarta, IDM – Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin mengumpulkan Wakil Menteri Pertahanan RI, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Panglima TNI, Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) hingga tiga kepala staf angkatan di Kementerian Pertahanan, Jakarta Pusat, Senin (2/11). Mereka berkumpul dalam…
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































