Indonesia-Malaysia Kembali Gelar Latma Kekar Malindo, Sudah Dimulai Sejak 1977

Jakarta, IDM – Indonesia dan Malaysia akan menggelar latihan bersama (Latma) Kekar Malindo 49AB/2026 pada bulan November mendatang. Hal ini dipastikan saat Tim Delegasi Tentera Darat Malaysia (TDM) meninjau langsung fasilitas dan medan Latihan di Batalion Infanteri (Yonif) 100/Prajurit Setia (PS), Langkat, Sumatra Selatan.
Dilansir dari keterangan Penyonif 100/PS, Senin (3/8), selain meninjau lokasi latihan juga disepakati berbagai materi oleh rapat kelompok perancang latihan (KPL).
Baca Juga: Alumni Akmil 1992-1996 Berkumpul, Siap Dukung Program Pemerintah
Komandan Yonif 100/PS, Letkol Inf Amirul Husin mengatakan kegiatan yang dilaksanakan dalam Latma Kekar Malindo ini bertujuan melatih kemampuan prajurit masing-masing angkatan.
Ia memaparkan ada berbagai materi seperti menembak, pencak silat militer sampai dengan latihan yang bersifat taktis yang meliputi patroli, ambush, tactical combat casualty care guna meningkatkan kemampuan tingkat satuan antarangkatan serta mengkombinasikan taktik yang ada di TNI AD maupun TDM.

"Dengan melalui Latma ini tentunya akan mempererat hubungan bilateral di bidang pertahanan antara Indonesia dan Malaysia," kata Amirul.
Terakhir ia juga memastikan dalam latma Kekar Malindo, akan diperkenalkan alam, budaya yang ada di Sumatra Utara.
Baca Juga: OPM Tembak Mati 4 Pekerja Jalan di Tolikara
Untuk diketahui, Latma Kekar Malindo adalah latihan bersama bilateral antara TNI AD (Indonesia) dan Tentera Darat Malaysia (TDM) yang merupakan singkatan dari Keris Kartika Malaysia–Indonesia. Latihan ini bertujuan meningkatkan kerja sama, kemampuan taktik tempur, serta mempererat hubungan persaudaraan antara kedua negara serumpun.
Latihan ini pertama kali dilaksanakan pada tahun 1977 dan telah menjadi tradisi kebanggaan TNI AD dan Tentera Darat Malaysia (TDM) selama lebih dari 4 dekade untuk menjaga stabilitas keamanan di kawasan perbatasan darat kedua negara.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































