Indonesia-Australia Kuatkan Kerja Sama Kesadaran Domain Maritim lewat Patkor dan Latma

Jakarta, IDM – Indonesia dan Australia ingin memperkuat kerja sama di bidang kesadaran domain maritim atau maritime domain awareness (MDA). Penguatan kerja sama itu dibahas dalam “2+2 Foreign and Defence Ministers Meeting Indonesia-Australia” di Commonwealth Parliamentary Office, Melbourne, Rabu (26/8).
“Indonesia dan Australia sepakat bahwa kerja sama keamanan maritim memberikan manfaat langsung bagi kedua negara, termasuk melalui patroli terkoordinasi (patkor) dan latihan bersama (latma),” kata Kepala Biro Informasi Pertahanan Kementerian Pertahanan RI Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait dalam keterangnnya.
Indonesia menekankan bahwa penguatan kerja sama tersebut tetap menghormati kedaulatan dan yurisdiksi masing-masing negara.
Baca Juga: TNI Peduli, Brigif 6/TSB Kirim Bantuan Logistik ke NTT
Terdekat, Indonesia bakal menjadi tuan rumah Trilateral Defence Ministers Meeting Indonesia-Australia-Papua Nugini di Bali pada November 2026, yang salah satunya membahas keamanan maritim.
“Kerja sama trilateral tersebut diarahkan di bidang praktis, antara lain penanggulangan bencana, keamanan maritim, keamanan perbatasan serta pendidikan dan latihan,” tutur Rico.

Pertemuan 2+2 di Commonwealth Parliamentary Office itu juga membahas penguatan comprehensive strategic partnership Indonesia-Australia dan gagasan membangun ketahanan kawasan secara lebih luas.
Kerja sama mencakup aspek pertahanan dan keamanan, ketahanan ekonomi, pangan dan energi, teknologi, lingkungan, keamanan maritim serta pencegahan konflik.
Baca Juga: Indonesia Siapkan Fasilitas di Morotai untuk Latma TNI dan Angkatan Bersenjata Australia
Pendekatan tersebut diarahkan untuk memperkuat kemampuan negara-negara di kawasan dalam menghadapi dinamika geopolitik dan berbagai tantangan strategis secara bersama-sama tanpa membentuk aliansi atau blok baru.
“Indonesia dan Australia adalah tetangga karena geografi dan mitra karena komitmen bersama untuk memajukan keamanan, stabilitas, dan kemakmuran kawasan kita,” kata Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin.
Adapun pertemuan tersebut menjadi forum 2+2 pertama setelah Presiden RI Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese menandatangani treaty on common security di Jakarta pada Februari 2026.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































