HANKAM

Indonesia-AS Kenang Awak USS Houston dan Perkuat Upaya Pelestarian Bangkai Kapal

Edwin dan Joy Sakurai
Wakil Kepala Staf Angkatan Laut Laksdya TNI Edwin dan Kuasa Usaha ad interim Amerika Serikat (AS) Joy Sakurai saat menandatangani prasasti peringatan untuk mengenang awak kapal USS Houston (CA-30). (Foto: Dok. Kedubes AS)

Jakarta, IDM – Wakil Kepala Staf Angkatan Laut Laksdya TNI Edwin dan Kuasa Usaha ad interim Amerika Serikat (AS) Joy Sakurai saat menandatangani prasasti peringatan untuk mengenang awak kapal USS Houston (CA-30) pada Kamis (15/10).

Prasasti itu akan dipasang di dasar laut, di dekat bangkai kapal, dalam upacara peletakan karangan bunga dan pemasangan prasasti yang akan dilaksanakan pada awal November melalui operasi penyelaman gabungan Angkatan Laut AS dan TNI Angkatan Laut.

Baca Juga: Pangkoopsau Soroti Peran Penting Grup 3 Tempur: Kekuatan TNI AU dalam Operasi Udara

Para penyelam diperkirakan akan melakukan penilaian bawah air untuk mendokumentasikan kondisi terkini bangkai kapal eks-USS Houston, bekerja sama dengan Naval History and Heritage Command, lembaga Angkatan Laut AS yang menangani sejarah dan warisan maritim.

Bangkai eks-USS Houston merupakan situs makam perang Perang Dunia II sekaligus tempat peristirahatan terakhir bagi lebih dari 650 pelaut dan personel Korps Marinir AS. Penilaian yang direncanakan ini merupakan langkah penting untuk memperkuat kerja sama bilateral dalam memahami kondisi bangkai kapal tersebut serta mendukung upaya perlindungan situs bersejarah ini bagi generasi mendatang.

“Hari ini, kita mengenang para pelaut dan personel Korps Marinir USS Houston yang gugur dalam Pertempuran Selat Sunda dengan mengambil langkah-langkah untuk melindungi kapal militer AS yang tenggelam ini,” ujar Sakurai, melansir keterangan tertulis Kedubes AS, Jumat (16/10).

“Kami berterima kasih kepada Pemerintah Indonesia dan TNI Angkatan Laut atas bantuan mereka kepada Amerika Serikat dalam melindungi tempat peristirahatan terakhir lebih dari 650 personel tersebut," jelasnya.

Baca Juga: Libatkan Kapal Pendarat Australia, TNI dan ADF Padukan Kekuatan Tiga Matra Laksanakan Pendaratan Amfibi

Peringatan ini merupakan kelanjutan dari penandatanganan Nota Kesepahaman yang memperluas kerangka kerja sama antara AS dan Indonesia terkait Defense POW/MIA Accounting Agency (DPAA), serta bagian dari inisiatif Kedubes AS yang akan dilaksanakan melalui Ambassador Fund for Cultural Preservation (AFCP) untuk melindungi situs bangkai kapal USS Houston. Proyek ini akan berfokus pada perlindungan dan pelestarian bangkai kapal USS Houston sebagai bagian penting dari sejarah bersama AS dan Indonesia pada masa Perang Dunia II.

Upaya-upaya ini mencerminkan komitmen bersama kedua negara untuk mengenang mereka yang gugur di laut, memastikan pengelolaan yang bertanggung jawab atas situs bawah air yang memiliki nilai sejarah tinggi, serta memperkuat kerja sama dalam pelestarian warisan maritim dan pelaksanaan penilaian ilmiah. Melalui upaya bersama ini, AS dan Indonesia berupaya memastikan agar jasa dan warisan sejarah USS Houston, serta para personel militer yang gugur tetap dikenang.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.