HANKAM

Ikuti Sekbang A-109, 30 Siswa Dididik jadi Penerbang Andal dan Profesional

Komandan Pusdik Kodiklatau Marsma TNI Sapuan
Komandan Pusdik Kodiklatau Marsma TNI Sapuan setelah membuka pendidikan Sekolah Penerbang Angkatan ke-109/PSDP Penerbang TNI Angkatan Udara ke-36. (Foto: Dok. Instagram @kodiklatau_info)

Jakarta, IDM – Sebanyak 30 siswa mengikuti pendidikan Sekolah Penerbang Angkatan ke-109/PSDP Penerbang TNI Angkatan Udara ke-36 untuk didik menjadi penerbang yang andal serta profesional.

Pendidikan tersebut dibuka secara resmi oleh Komandan Pusat Pendidikan (Danpusdik) Kodiklatau Marsma TNI Sapuan di Lanud Adisutjipto, Yogyakarta, Rabu (11/2), dengan turut dihadiri oleh sejumlah pejabat terkait lainnya.

"Kalian adalah putra terbaik bangsa yang telah menyelesaikan pendidikan dasar prajurit dan alih golongan. Pendidikan ini bertujuan membentuk perwira penerbang TNI yang siap ditugaskan di satuan masing-masing," tegas Sapuan.

Baca Juga: Batas Antar 30 Menit, Ini Aturan Ketat Penyaluran Makan Bergizi di SPPG TNI AL

Ia kemudian berpesan agar para siswa dapat mengikuti pendidikan Sekolah Penerbang tersebut dengan baik dan optimal.

"Manfaatkan waktu, pikiran, dan tenaga secara optimal, fokus pada setiap tahapan pendidikan. Patuhi seluruh aturan dan ketentuan yang berlaku. Keselamatan terbang adalah prioritas utama di atas segalanya," tutur Danpusdik Kodiklatau.

Pendidikan Sekolah Penerbang
Upacara pembukaan pendidikan Sekolah Penerbang Angkatan ke-109/PSDP Penerbang TNI Angkatan Udara ke-36. (Foto: Dok. Instagram @kodiklatau_info)

Puluhan siswa Sekbang A-109 akan menjalani tahap pendidikan terbang di Wing Pendidikan (Wingdik) 100/Terbang, Lanud Adisutjipto, Yogyakarta.

Baca Juga: TNI AL Bakal Hadirkan Satuan Pelayanan Gizi di Pulau Terluar

Sementara itu, Wingdik 800/Pasgat, yang berlokasi di Lanud Sulaiman, Bandung, akan menjadi tempat mereka digembleng dengan kemampuan Para Dasar.

Melansir keterangan Penerangan Kodiklatau dalam unggahan instagram @kodiklatau_info, Kamis (12/2), pendidikan Sekbang akan ditempuh oleh para siswa selama 31 bulan atau 132 minggu.

Adapun tahapan dalam pendidikan Sekbang mencakup bina kelas murni dan bina kelas pararel. Selain itu, terdapat fase inti, di mana mereka akan menjalani latihan terbang, baik dengan fixed wing maupun rotary wing.

Baca Juga: Bukan Lewat Suez, Ini Rute Menantang KRI Prabu Siliwangi Menuju Indonesia

"Para siswa terlebih dahulu dibekali teori aerodinamika, karakteristik pesawat, prosedur keselamatan terbang, serta latihan bersama instruktur sebelum akhirnya mencapai fase terbang solo, sebagai simbol awal kemandirian seorang penerbang militer, tambahnya," jelas Penerangan Kodiklatau.

Kemudian, setelah para siswa memenuhi standar kemampuan, mereka akan menjalani tahap navigasi untuk melatih perencanaan penerbangan dan ketepatan navigasi.

Tahap tersebut juga bertujuan mengasah kemampuan pengambilan keputusan di udara sekaligus membentuk kesiapan mental serta profesionalisme sebagai calon Penerbang TNI AU. (yas)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.