HANKAM

Ikuti Rencana Panglima TNI Yudo saat Pensiun, Laksdya Heri: Balik Kampung, Nyangkul

Laksamana Ahmadi Heri Purwono
Laksamana Ahmadi Heri Purwono bersama KSAL Laksamana Muhammad Ali dan Wakil KSAL Laksamana Madya Erwin Slamet Aldedharma, usai sertijab di Mabesal, Cilangkap. (Foto: Dok. Dispenal)

Jakarta, IDM - Mantan Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakil KSAL) Laksamana Madya Ahmadi Heri Purwono, mengungkapkan rencananya pascaresmi menjadi purnawirawan pada awal November ini.

"Sementara, ya, kembali ke kampung," ucap Heri kepada awak media sembari tertawa, usai pelaksanaan sertijab Wakil KSAL di Mabesal, Cilangkap, Selasa (31/10).

Serupa seperti rencana Panglima TNI Laksamana Yudo Margono usai pensiun, pada 26 November mendatang, Heri juga mengungkapkan dirinya ingin kembali bertani di kampung halamannya.

Baca Juga: Berpeluang Jadi KSAD, Pangkostrad: Tentara Harus Siap Bekerja Terus

"Nyangkul (bertani) kali, ya. Nggak tahu nanti, yang jelas belum ada rencana-rencana lain, ya. Kita lihat-lihat dulu, ya," ungkap Heri.

Sebelumnya, Heri memasuki masa purna tugas mulai 1 November besok, usai dirinya berusia 58 tahun, pada 28 Oktober lalu dan berdasarkan Surat Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/1223/X/2023 tanggal 26 Oktober 2023 tentang pemberhentian dari dan pengangkatan dalam jabatan di lingkungan TNI.

Rekam jejak Laksamana Madya Ahmadi Heri Purwono

Heri Purwono merupakan pria kelahiran Semarang, 28 Oktober 1965. Ia adalah alumni Akademi Angkatan Laut (AAL) 1988. Sebelun menjadi Wakil KSAL, ia pernah mengemban tugas sebagai komandan kapal perang di sejumlah KRI.

Dilansir dari berbagai sumber, ia mengawali karir militernya sebagai Palaksa KRI Yos Sudarso-353 (1990); Dandiv B Korsis AAL; Palaksa KRI Ajak-653; Komandan KRI Soputan-923; Komandan KRI Sura-802; Komandan KRI Singa-651; Komandan KRI Badik-623.

Baca Juga: Mengenal Wakil KSAL Laksdya Erwin, Setahun 3 Kali Rotasi Jabatan dan 2 Kali Naik Bintang

Kemudian, Paban Ren Sops Koarmatim; Danlanal Balikpapan (2008-2009); Dansatfib Koarmatim (2009); Dirminlakgar Ditjen Renhan Kemhan RI; Danlantamal VIII/Manado (2017-2018); Kaskoarmada II (2018-2019); Pangkolinlamil (2019-2020); Pangkoarmada I (2020); Wakil KSAL (2020-2023).

Riwayat pendidikan militernya, yakni AAL-33 TA (1988); Suspaja TA (1988); Dikspespa/Art Angk-7 TA (1992/1993); Diklapa-II/Koum Angk-11 TA (1997/1998); Seskoal Angk-39 TA 2001; Dikreg Sesko TNI Angk-38 TA (2011); Lemhannas RI PPRA Angk-52 TA (2014).

Sementara pendidikan umum, Heri merupakan alumni Fakultas Ekonomi dan Manajemen UNKRIS Jakarta (2014); S2 Magister Manajemen UNKRIS Jakarta (2016). (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.