HANKAM

Ikuti Paradasar A-209, Taruna AAU dan Siswa PSDP TNI Dididik Menjadi Prajurit Tangguh dan Berani

Kabid Opsdik Pusdik Kodiklatau Kolonel Pnb Budi Ramelan
Kabid Opsdik Pusdik Kodiklatau Kolonel Pnb Budi Ramelan, mewakili Komandan Pusat Pendidikan (Danpusdik) Kodiklatau, membuka Pendidikan Para Dasar Angkatan ke-209 TA 2026 di Wingdik 800/Pasgat. (Foto: Dok. Instagram @kodiklatau_info)

Jakarta, IDM – Sebanyak 213 Taruna Akademi Angkatan Udara (AAU) dan 30 siswa program Prajurit Sukarela Dinas Pendek (PSDP) TNI mengikuti Pendidikan Para Dasar (Paradasar) TNI Angkatan Udara (TNI AU) Angkatan ke-209 Tahun Anggaran 2026 yang berlangsung di Wing Pendidikan (Wingdik) 800/Pasgat.

Melalui Pendidikan Para Dasar, para taruna AAU dan siswa PSDP TNI dididik menjadi prajurit matra udara yang tangguh serta berani, karena pendidikan ini menuntut kesiapan fisik dan mental, serta kepatuhan tinggi terhadap setiap prosedur yang telah ditetapkan.

Baca Juga: IPC Latma Cope West 2026: TNI AU-US PACAF Bakal Uji Mobility Air Force dengan C-130

Selain itu, pendidikan yang sama juga menjadi fase awal pembentukan calon kru udara (air crew) TNI Angkatan Udara. Pada tahap ini, peserta dibekali dengan kemampuan dasar terjun payung melalui pembinaan fisik, latihan darat, simulasi, hingga pelaksanaan penerjunan.

Pendidikan Para Dasar A-209 dibuka secara resmi oleh Kabid Opsdik Pusdik Kodiklatau Kolonel Pnb Budi Ramelan, mewakili Komandan Pusat Pendidikan (Danpusdik) Kodiklatau, di Wingdik 800/Pasgat, Lanud Sulaiman, Bandung, Kamis (12/2).

Kabid Opsdik Pusdik Kodiklatau Kolonel Pnb Budi Ramelan
Upacara pembukaan Pendidikan Para Dasar Angkatan ke-209 TA 2026 di Wingdik 800/Pasgat. (Foto: Dok. Instagram @kodiklatau_info)

“Kekuatan seorang prajurit tidak hanya diukur dari fisik yang kuat, tetapi dari mental yang kokoh, disiplin yang teguh, serta sikap pantang menyerah,” ungkap Komandan Pusdik Kodiklatau dalam sambutan tertulisnya, dikutip dari unggahan Instagram @kodiklatau_info, Senin (16/2).

Baca Juga: Mengenal TDAS yang Ditinjau Pangkohanudnas, Bisa Hubungkan Data Radar ke Satuan Penembak

Para peserta pendidikan diharapkan dapat memprioritaskan faktor keselamatan agar setiap tahapan dapat berjalan dengan aman, serta memperhatikan setiap materi yang diberikan instruktur dengan baik.

“Tidak ada ruang untuk ceroboh, tidak ada ruang untuk menyombongkan diri, dan tidak ada ruang untuk mengabaikan prosedur. Keselamatan dan ketaatan adalah yang utama,” pungkas Danpusdik Kodiklatau. (yas)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.