HANKAM

Ikuti Latker FCSMBC, Sepuluh Bintara TNI AU Pelajari Sistem Kontrol Penerbangan Pesawat Boeing 737

FCSMBC
Upacara penutupan pendidikan Latker Flight Control System Mechanical Basic Speciality Course (FCSMBC) di Skadron Teknik 044 Lanud Sultan Hasanuddin, Makassar. (Foto: Dok. Instagram @lanudsultanhasanuddin_)

Jakarta, IDM – Sebanyak sepuluh bintara lulusan Sekolah Kejuruan Lanjutan (Sejurla) mengikuti pendidikan Latihan Kerja (Latker) Flight Control System Mechanical Basic Speciality Course (FCSMBC) Boeing 737 Tahun Anggaran 2024 yang diselenggarakan oleh Skadron Teknik (Skatek) 044 Lanud Sultan Hasanuddin.

Selama mengikuti Latker FCSMBC, kesepuluh personel tersebut mempelajari serta mendapatkan pembekalan mengenai sistem kontrol penerbangan pesawat Boeing 737, baik teori maupun praktik. Mereka harus menempuh latihan kerja tersebut selama empat bulan hingga akhirnya dinyatakan lulus.

Baca Juga: Bantu Pelayanan Nataru 2024/2025, TNI AL Siapkan 5 KRI

Pendidikan Latker FCSMBC kemudian ditutup secara resmi oleh Komandan Lanud Sultan Hasanuddin Marsma TNI Bonang Bayuaji di Skadron Teknik 044, Lanud Sultan Hasanuddin, Makassar, Senin (23/12).

FCSMBC
Danlanud Sultan Hasanuddin Marsma TNI Bonang Bayuaji menutup pendidikan Latker Flight Control System Mechanical Basic Speciality Course (FCSMBC) di Skadron Teknik 044 Lanud Sultan Hasanuddin, Makassar. (Foto: Dok. Instagram @lanudsultanhasanuddin_)

Marsma TNI Bonang mengapresiasi kerja keras serta dedikasi yang telah ditunjukkan oleh para personel selama mengikuti pelatihan. Latker Flight Control System Mechanical Basic Speciality Course (FCSMBC) disebut Danlanud Sultan Hasanuddin dirancang untuk meningkatkan kemampuan teknis dan profesionalisme personel dalam memahami sistem mekanik Flight Control pada pesawat Boeing 737.

“Keahlian ini sangat penting untuk mendukung kesiapan operasional TNI AU. Para lulusan Latker ini dapat menjadi ujung tombak dalam mendukung kesiapan teknis pesawat Boeing 737 yang berperan penting dalam operasi penerbangan TNI AU” ujarnya dikutip dari keterangan Penerangan Lanud Sultan Hasanuddin dalam Instagram @lanudsultanhasanuddin_, Selasa (24/12).

Baca Juga: Danlanud Sultan Hasanuddin: Sanksi Pemecatan untuk Personel yang Terlibat LGBT

Lebih lanjut Komandan Lanud Sultan Hasanuddin berharap para lulusan dapat meningkatkan serta menggali ilmu yang telah diperoleh agar dapat diaplikasikan dalam tugas sehari-hari dan menunjang pelaksanaan tugas dengan professional. Dengan demikian, pesawat dapat siap operasioanal dalam melaksanakan misi, baik latihan maupun operasi.

“Saya harap para teknisi untuk terampil dan mampu menghadapi tugas kedepannya dengan benar sesuai dengan prosedur yang ada,” pungkas dia. (yas)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.