HANKAM

Ikuti Latker EIS, Sepuluh Personel TNI AU Disiapkan Menjadi Teknisi Pesawat Tempur T-50i yang Andal

Personel TNI AU.
Sepuluh personel TNI AU (baris depan) yang mengikuti Latihan Kerja (Latker) I Electrical Instrument System (EIS) pesawat tempur T-50i Golden Eagle angkatan ke-23. (Foto: Dok. Instagram @depohar80)

Jakarta, IDM – Sebanyak sepuluh personel calon teknisi TNI Angkatan Udara (TNI AU) mengikuti Latihan Kerja (Latker) I Electrical Instrument System (EIS) pesawat tempur T-50i Golden Eagle angkatan ke-23.

Penyelenggaraan Latker tersebut menjadi bagian dari upaya strategis Depo Pemeliharaan (Depohar) 80 dalam menyiapkan teknisi yang andal dan profesional untuk mendukung kesiapan tempur TNI Angkatan Udara.

Baca Juga: Turuni Tebing dengan Teknik Rappeling, Korpasgat Temukan Satu Korban Pesawat ATR 42-500

Latihan Kerja EIS Angkatan ke-23 ini dijadwalkan berlangsung selama empat bulan dengan kurikulum terpadu yang mengombinasikan pendalaman teori serta praktik lapangan secara intensif.

Sebelum mengikuti Latker, para peserta terlebih dahulu telah merampungkan pendidikan kejuruan teknik di Skadron Pendidikan (Skadik) 302 Bandung.

Personel TNI AU.
Acara pembukaan Latihan Kerja (Latker) I Electrical Instrument System (EIS) pesawat tempur T-50i Golden Eagle angkatan ke-23 yang dipimpin Kadisrendalhar Depohar 80 Letkol Tek Anselmus W.R. (Foto: Dok. Instagram @depohar80)

Kegiatan latihan kerja secara resmi diawali melalui upacara pembukaan yang dipimpin oleh Kepala Dinas Perencanaan dan Pengendalian Pemeliharaan (Kadisrendalhar) Depohar 80 Letkol Tek Anselmus W.R., mewakili Komandan Depohar 80, di hanggar Skadron Teknik (Skatek) 042, Lanud Iswahjudi, Magetan, Jawa Timur, Kamis (15/1).

Dalam sambutannya, Komandan Depohar 80 menegaskan bahwa sistem instrumen elektronik merupakan komponen vital yang menentukan keselamatan terbang dan kesiapan operasional pesawat tempur. Oleh karena itu, setiap teknisi harus menguasai sistem instrumen elektronik secara mendalam.

Baca Juga: Tak Cuma Penyelam, Terapi Hiperbarik Kini jadi Solusi Stroke dan Luka Kronis

“Keandalan sistem ini tidak hanya menjamin performa pesawat T-50i Golden Eagle, tetapi juga menjadi faktor penentu keberhasilan setiap misi operasi udara yang diemban TNI AU,” ungkap Dandepohar 80 dikutip dari laman TNI AU, tni-au.mil.id, Senin (19/1).

Lebih lanjut, Komandan Depohar 80 kemudian berpesan kepada para peserta latihan kerja untuk mengikuti kegiatan tersebut dengan baik sehingga setiap materi yang diberikan oleh para instruktur dapat dipahami secara optimal. (yas)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.