HANKAM

Ibaratkan BSSN Angkatan Perang Asimetris, Menhan Sebut Kekuatan Siber tak Boleh Terpecah Belah

Menhan Sjafrie Sjamsoeddin
Menhan Sjafrie Sjamsoeddin dalam acara Badan Siber Sandi Negara (BSSN) Executive Town Hall 2026. (Foto: Dok. Biro Infohan Kemhan RI)

Jakarta, IDM – Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin meminta agar kekuatan siber tidak terpecah belah demi menghadapi infiltrasi asing.

Hal itu disampaikan Menhan Sjafrie saat didapuk sebagai pembicara kunci atau keynote speech dalam acara Badan Siber Sandi Negara (BSSN) Executive Town Hall 2026 di Auditorium Mayjen TNI Dr. Roebiono Kertopati, BSSN, Depok, Senin (19/1).

Sjafrie mengatakan bahwa kedaulatan siber bukan sekadar opsi pelengkap, melainkan fondasi vital pertahanan bangsa di era modern. Ia menyoroti pergeseran ancaman pertahanan dari perang konvensional menuju perang asimetris.

Baca Juga: Satgas Gulbencal Bersihkan 2 Sekolah Dasar dari Lumpur dan Tanah, Imbas Banjir dan Tanah Longsor

“BSSN ibarat suatu angkatan perang, dan Anda semua adalah awak dari angkatan perang asimetris. BSSN harus menjadi safety belt (sabuk pengaman) dari stabilitas nasional,” ujar Sjafrie, dikutip dari siaran pers Biro Informasi Pertahanan Kemhan RI, Selasa (20/1).

Menhan RI menekankan bahwa dalam lanskap perang informasi dan psikologi saat ini, BSSN memegang peran sentral sebagai kekuatan pertahanan negara yang tidak boleh dipandang sebelah mata.

Sjafrie menyebut, BSSN merupakan instrumen negara dalam menjaga keamanan informasi, mulai dari siber, internet, hingga persandian yang kaitannya dengan ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan, dan keamanan (ipoleksosbudhankam).

Di era perang asimetris dengan metode inkonvensional, lanjut Sjafrie, dibutuhkan terobosan eksploratif, pengawakan militan, kapabel dan berintegritas serta kemampuan optimal memanfaatkan peralatan utama.

Sjafrie berpesan agar kemampuan teknis siber harus dibarengi dengan patriotisme tinggi.

Baca Juga: TNI AL Perkuat Dasar Hukum Penyidikan Perompak, Aturan Warisan Belanda Dikaji

“Kekuatan siber nasional tidak boleh terpecah belah, melainkan harus terpusat dan solid untuk menjaga kedaulatan ideologi, politik, ekonomi, dan pertahanan negara dari infiltrasi asing,” kata Menhan RI.

Merespons arahan Menhan, Kepala BSSN Nugroho Sulistyo Budi menyatakan kesiapan institusinya untuk menjawab tantangan tersebut.

“Apa yang disampaikan Bapak Menhan merupakan tantangan sekaligus apresiasi bagi kami untuk terus mengembangkan kapasitas demi menjaga kedaulatan dan integritas nasional,” ujar Nugroho. (nma)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.