HUT RI di IKN, KRI Banda Aceh Angkut 271 Pasukan TNI-Polri ke Balikpapan

Jakarta, IDM – KRI Banda Aceh-593 mengangkut pasukan TNI dan Polri yang akan dilibatkan untuk upacara HUT ke-79 RI Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur, pada 17 Agustus mendatang.
Embarkasi pasukan TNI dan Polri beserta kendaraan sudah dilakukan sejak Minggu (4/8) malam. Pantauan Indonesia Defense Magazine Kolinlamil, Jakarta, Senin (5/8), kapal perang jenis pendarat amfibi (LPD) itu mulai meninggalkan dermaga sekitar pukul 10.30 WIB.
Berdasarkan data yang dihimpun dari informasi TNI AL, KRI Banda Aceh mengangkut total 271 orang ke IKN yang terdiri dari 36 personel Paspampres, 4 anggota Sekretariat Presiden, satu orang dari Kogabwilhan II.
Baca Juga: Yonif 755 Gelar Latihan Pertempuran Daerah Medan Khusus
Kemudian yang lainnya dari 25 anggota satuan musik TNI AD, 99 anggota satuan musik dari TNI AL dan Korps Marinir, dan 6 anggota satuan musik TNI AU.
Sementara dari rombongan taruna, rinciannya taruna Akademi Militer 25 orang, taruna Akademi Angkatan Laut 25 orang, taruna Akademi Angkatan Udara 25 orang, dan taruna Akademi Kepolisian 25 orang.

KRI Banda Aceh juga mengangkut puluhan kendaraan dari tiga matra TNI dan Polri. Adapun total kendaraan berjumlah 32 unit yang terdiri dari bus dan truk, kemudian mobil dinas tipe SUV hingga sepeda motor.
Pada kesempatan terpisah, Pangkolinlamil Laksamana Muda Hudiarto Krisno Utomo mengungkapkan pergeseran pasukan TNI dan Polri dengan KRI Banda Aceh ke IKN ini untuk persiapan latihan upacara dan pengamanan VVIP.
Baca Juga: TNI AD Beberkan Rincian Kegiatan HUT ke-79 di IKN
Nantinya, KRI Banda Aceh akan sandar di dermaga Pangkalan TNI AL (Lanal) Balikpapan, Kalimantan Timur dengan estimasi tiba setelah tiga hari keberangkatan pada hari ini, yaitu sekitar Kamis (8/8).
"Tentunya, selama di Kalimantan Timur pada saat berlatih, mereka kembali lagi ke kapal karena memang itu memudahkan akomodasi," ujar Hudiarto saat menyambut kedatangan etape kedua KRI Bima Suci di dermaga Kolinlamil, Jakarta, Sabtu (3/8).

Sebelumnya, Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Letnan Jenderal Bambang Ismawan menyebut ada sekitar 800 prajurit TNI dikerahkan untuk terlibat dalam upacara HUT ke-79 RI di IKN.
Dia menjelaskan jumlah prajurit yang ditugaskan itu mengikuti kebutuhan dan situasi di IKN yang saat ini masih dalam tahap pembangunan.
Baca Juga: Pemberangkatan Personel TNI-Polri untuk Persiapan HUT RI ke-79 di IKN
"Ini dinamis sekali perkembangannya, memang untuk upacara 17 Agustus nanti akan dibagi dua, ada yang di IKN, ada yang di Istana di Jakarta. Untuk pastinya sekitar 800 sekian untuk upacara di sana," kata Kasum Bambang di sela-sela acara Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta, Selasa (30/7) lalu.
Kemudian, Komandan Korps Marinir (Dankormar) Mayor Jenderal (Mar) Endi Supardi juga sempat mengungkapkan Korps Marinir menyiapkan dua peleton prajurit yang jumlahnya total 42 orang untuk pelaksanaan upacara HUT ke-79 RI di IKN.
“Kami siapkan 42 prajurit, ditambah pendukung komandan peleton, komandan kompi), dan cadangan sehingga total keseluruhan 53 orang. Kami juga menyiapkan 4 kendaraan untuk proses kegiatan di sana," ungkap Endi. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































