HUT ke-79 RI, Kodam Iskandar Muda akan Tampilkan Drama Kolosal

Jakarta, IDM – Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-79 RI, Kodam Iskandar Muda (IM) akan menampilkan drama kolosal Laksamana Keumala Hayati. Hal ini ditandai dengan rapat persiapan yang dipimpin langsung Pangdam IM Mayjen TNI Niko Fahrizal, Kamis, (4/7).
"Drama ini akan dilaksanakan di lapangan Blang Padang," kata Pangdam dalam keterangannya dikutip, Jumat, (5/7).
Baca Juga: KSAD Pimpin Wisuda 417 Taruna Akmil
Lebih lanjut kata Pangdam, semua pelaku penampilan darma tersebut dilakoni oleh prajurit Kodam IM, baik sebagai pemeran Laksamana Keumala Hayati, pasukan Inong balee, sampai pemeran lainnya.

"Kisah Heroik Pahlawan Aceh Laksamana Malahayati sebagai laksamana perempuan pertama di dunia ini kita tampilkan sebagai penghargaan kepada pahlawan Nasional yang berasal dari Aceh," kata Pangdam.
Nantinya kisah pahlawan Aceh yang dijuluki Singa Betina ini akan ditampilkan dengan konsep drama kolosal, dengan kolaborasi tari, gerak bela diri dan musik. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































