HUT ke-79, Kejutan Manis Petani Jember untuk TNI

Jakarta, IDM – Kejutan manis datang dari Jumantoro, seorang petani di Jember. Ia tiba-tiba datang menemui Dandim 0824/Jember Letkol Arm Indra Ardiansyah membawa tumpeng dan hasil bumi miliknya, sebagai hadiah kejutan untuk TNI yang sedang merayakan HUT ke-79 pada 5 Oktober 2024.
Baca Juga: Antusiasme Masyarakat Menyaksikan Defile Alutsista di HUT TNI ke-79
“TNI mencintai dan dicintai rakyat agaknya memang bukan isapan jempol semata. Bukti nyata hal tersebut terlihat jelas hari ini," kata Indra dikutip keterangan Dispenad, Senin, (7/10).
Dandim Jember dan jajarannya merasa terharu dengan perhatian tulus dari petani tersebut. Pak Jumantoro pun gembira karena kehadirannya yang tiba-tiba tetap diterima dengan baik dan suka cita oleh bapak-bapak TNI.
Baca Juga: Satgas Yonif Para Raider 432 Ajari Anak-Anak Kampung Kaboneri Berbahasa Inggris
"Berkat ketulusan hatimu Pak Tani, segala lelah kami, prajurit TNI, terhapuskan. Karena kedatanganmu bersama hasil bumimu telah membuktikan segala kerja keras dan pengorbanan kami untuk mewujudkan Kemanunggalan TNI Rakyat, kini telah menjelma jadi kenyataan," kata Indra. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































