HANKAM

HUT ke-67 Hiu Kencana, KSAL Pimpin Semat Brevet Kehormatan di Atas Kapal Selam

KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali
KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali usai menyematkan brevet Hiu Kencana kepada sejumlah perwira tinggi TNI AL di atas kapal selam KRI Alugoro-405, Surabaya, Sabtu (12/9). (Foto: Dok. Dispenal)

Jakarta, IDM – Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali memimpin prosesi penyematan Brevet Kehormatan Hiu Kencana di atas kapal selam KRI Alugoro-405. Acara bertempat di geladak kapal yang sedang bersandar di Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (12/9).

Wakil KSAL Laksamana Madya TNI Edwin menjadi salah satu perwira yang disematkan pin kapal selam tersebut di dadanya. Penyematan ini merupakan bentuk penghormatan atas dukungannya terhadap penguatan armada bawah air TNI AL.

Baca Juga: Dekati Warga Deiyai, Prajurit Marinir Sambangi Kampung Waghete Papua

Penyematan tanda kehormatan ini digelar bertepatan dengan momen peringatan HUT ke-67 Hiu Kencana. Selain Edwin, Ali menyematkan brevet serupa kepada Komandan Pushidrosal Laksamana Madya TNI Budi Purwanto, Koorsahli KSAL Laksamana Muda TNI Dwi Sulaksono, Asintel KSAL Laksamana Muda TNI Andy Kriswanto, serta Askomlek KSAL Laksamana Muda Dwi Cahyo Kuncoro.

Selepas acara di KRI Alugoro-405, Ali memboyong para jajaran ke Gedung Chandrasa Koarmada II untuk menggelar temu kangen. Rangkaian acara diisi doa bersama dan pemutaran video profil Satuan Kapal Selam serta Pusat Komando dan Pengendalian Operasi Komando Operasi Kapal Selam (Puskodalops Koopskasel).

Ali menyebut perayaan ulang tahun ini menjadi pemantik semangat bagi seluruh prajurit kapal selam untuk menjaga kedaulatan laut Indonesia. Ia meminta prajurit terus mengasah kemampuan diri di tengah dinamika ancaman yang terus berkembang.

"Kegiatan HUT ke-67 Hiu Kencana menjadi momentum untuk memperkuat semangat kebersamaan, profesionalisme, dan kesiapsiagaan prajurit kapal selam sebagai bagian penting dalam menjaga kedaulatan serta kepentingan nasional di laut," kata Ali, dikutip dari keterangan Dispenal.

Baca Juga: Pemerintah Siapkan Lahan 30 Hektare untuk Dijadikan Markas TNI di Perbatasan Samudra Hindia

Ia menambahkan, pembinaan personel tetap menjadi prioritas utama demi mengimbangi kesiapan alutsista bawah air.

"Sejalan dengan arahan untuk terus membangun sumber daya manusia yang unggul dan memperkuat kemampuan TNI AL dalam menghadapi tantangan strategis ke depan," pungkasnya.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.