HANKAM

HUT ke-64 Kostrad, Panglima TNI Kenang Pengalaman Jadi Perwira Infanteri

Panglima TNI.
Panglima TNI, Jenderal Agus Subiyanto membagikan momen menjadi perwira infanteri. (Foto: Dok. instagram/91agussubiyanto)

Jakarta, IDM – Panglima TNI, Jenderal Agus Subiyanto memperingati HUT ke-64 Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) dengan membagikan pengalaman dan foto kenangan saat menjadi perwira infanteri.

Lewat unggahan di instagram pribadinya, @91agussubiyanto, Kamis (6/3), Agus mengaku bangga pernah menjadi bagian dari sebuah batalyon yang kala itu dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto.

"Sebagai perwira muda infanteri yang belum genap setahun lulus dari Akademi Militer, tentulah sangat membanggakan dipilih langsung oleh Komandan Batalyon Infanteri Lintas Udara 328 saat itu Letkol (Inf) @prabowo untuk bergabung menjadi bagian dari Yonif Linud 328 Kostrad," tulis Agus.

Baca Juga: Kendalikan Curah Hujan, Lanud Halim Perdanakusuma Dukung Operasi Modifikasi Cuaca

Pada unggahan itu, Agus juga mengungkap bahwa ia merasa terhormat menjadi bagian batalyon tersebut. Ia menilai Yonif Linud 328 Kostrad adalah batalyon terhebat yang menangani banyak misi sulit.

"Setengah tak percaya rasanya, bercampur rasa bangga," tutur Agus.

"Menjadi bagian dari Batalyon ini adalah suatu kehormatan karena saat itu, Batalyon tersebut adalah yang terhebat dengan misi-misi yang dijalankan sangat sulit dan berbahaya," sambungnya.

Lebih dari itu, Agus merasa kiprahnya menjadi perwira Kostrad membuatnya memiliki sikap penuh syukur dan selalu bergembira di tengah medan latihan dan tempur.

Baca Juga: Danskadron 17: Pendidikan Transisi Penting dalam Membentuk Penerbang yang Andal dan Profesional

"Itulah awal perjalanan karir saya tumbuh bersama prajurit-prajurit Kostrad. Gembira di medan tempur, bersuka cita di medan latihan, di basis dan ditengah-tengah keluarga," katanya.

Sebagai Panglima TNI, ia berharap para personel Kostrad terus meningkatkan kemampuan dan menjaga loyalitas dalam menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks.

"DIRGAHAYU KOSTRAD. Tingkatkan terus kemampuan dan loyalitas diri sebagai Prajurit Kostrad yang berdisiplin, menguasai ilmu berperang, memiliki fisik yang prima, andal dalam beladiri dan menembak serta inovatif dalam mengantisipasi berbagai tantangan tugas kedepan yang semakin Kompleks," tandas Agus. (un)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.