Hoaks Terbongkar, TNI Dipastikan tak Terlibat Pembobolan Kantor Pemkab Intan Jaya Papua

Jakarta, IDM – Papua - Kodam XVII/Cenderawasih menepis keras narasi yang beredar di media sosial yang menuding prajurit TNI terlibat dalam dugaan pembobolan Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Intan Jaya, Papua Tengah.
Melalui Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Tri Purwanto, ditegaskan video rekaman CCTV yang viral bukanlah dokumentasi peristiwa pada 23 Juli 2026, melainkan rekaman lama yang diambil pada tahun 2021.
Penegasan tersebut sekaligus memperkuat klarifikasi Bupati Intan Jaya yang sebelumnya menyatakan video yang beredar telah dipelintir dan tidak memiliki hubungan dengan kasus pembobolan kantor Pemkab yang saat ini masih dalam proses penyelidikan aparat kepolisian.
Meski pembobolan Kantor Pemkab Intan Jaya pada 23 Juli 2026 memang benar terjadi, Kapendam menegaskan bahwa hingga kini pelaku masih berstatus Orang Tidak Dikenal (OTK).
Dalam insiden tersebut dilaporkan hilang satu unit layar komputer dan terjadi kerusakan pada bagian plafon kantor. Penanganan perkara sepenuhnya berada di bawah kewenangan Polres Intan Jaya.
"Video yang beredar di media sosial bukanlah rekaman dari peristiwa pembobolan yang terjadi pada 23 Juli 2026. Rekaman tersebut merupakan dokumentasi lama pada tahun 2021 yang tidak memiliki keterkaitan dengan kejadian saat ini," ungkap Kolonel Inf Tri Purwanto.
Menurutnya, rekaman CCTV yang kini kembali viral merupakan dokumentasi kegiatan pemeriksaan keamanan yang dilakukan pada 2021.
Persoalan saat itu telah diselesaikan melalui koordinasi dan musyawarah antara Korem 173/Praja Vira Braja dengan Pemerintah Kabupaten Intan Jaya, sehingga tidak dapat dijadikan dasar untuk mengaitkan TNI dengan kasus yang kini sedang diusut.
Baca Juga: Perbatasan RI-PNG Masih Rawan, DPR Desak Penambahan Personel dan Rekrut Putra Asli Papua
Kapendam menilai penyebaran ulang video lama dengan narasi yang dimanipulasi merupakan bentuk disinformasi yang berpotensi menyesatkan publik.
Selain menciptakan opini yang tidak sesuai fakta, informasi tersebut juga dinilai dapat mengganggu stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat di Papua yang saat ini terus dijaga bersama.
Maka dari itu, masyarakat diminta lebih cermat dalam menyikapi setiap informasi yang beredar di ruang digital, terutama yang berkaitan dengan isu keamanan.
"Kami mengajak seluruh masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial. Pastikan setiap informasi yang diterima telah terverifikasi sebelum dibagikan kepada orang lain. Jangan sampai kita menjadi bagian dari penyebaran informasi yang tidak sesuai fakta," ujarnya.
Kodam XVII/Cenderawasih juga menegaskan komitmennya menghormati proses hukum yang tengah berjalan.
Baca Juga: Lantik 734 Perwira Remaja, Panglima TNI: Waspadai Ancaman yang Lemahkan Persatuan Bangsa
Seluruh tahapan penyelidikan diserahkan kepada Polres Intan Jaya agar pelaku sesungguhnya dapat diungkap berdasarkan alat bukti dan fakta hukum.
"Proses penyelidikan sedang dilakukan oleh Polres Intan Jaya. Kami menghormati dan mendukung penuh langkah-langkah penegakan hukum agar pelaku dapat segera diungkap sesuai ketentuan yang berlaku," kata Kapendam.
Di tengah maraknya penyebaran informasi di media sosial, Kodam XVII/Cenderawasih mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, insan pers hingga para pemangku kepentingan untuk bersama-sama menjaga kondusivitas Papua dengan menyampaikan informasi yang akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan.
"Mari kita bersama-sama menjaga persatuan dan stabilitas keamanan di Papua dengan mengedepankan fakta, bukan asumsi. Saring sebelum sharing, sehingga ruang digital tetap menjadi sarana yang sehat dan tidak dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang ingin memecah belah persatuan,"pungkasnya.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































