HANKAM

HMAS Leeuwin, Kapal Survei Australia yang Dikerahkan dalam Kerja Sama Pemetaan Laut Perbatasan RI–Australia

HMAS Leeuwin
Kapal survei Angkatan Laut Australia, HMAS Leeuwin (A245) di perairan NTT, Senin (10/11). (Foto: Dok. Dispen Kodaeral VII)

Jakarta, IDM – TNI AL dan Angkatan Laut Australia memperkuat kerja sama survei hidrografi di perbatasan melalui pengerahan KRI Spica-934 dan HMAS Leeuwin (A245). Latihan ini sekaligus menyoroti profil HMAS Leeuwin sebagai kapal survei hidrografi utama Australia.

Profil HMAS Leeuwin

HMAS Leeuwin merupakan kapal survei kelas Leeuwin yang resmi berdinas pada 27 Mei 2000. Kapal ini memiliki panjang 71,2 meter, lebar 15,2 meter, draft 4,3 meter, dan displacement 2.170–2.205 ton. Sistem penggeraknya menggunakan konfigurasi diesel–elektrik dengan empat generator dan dua motor listrik, serta bow-thruster untuk manuver presisi di perairan dangkal.

Sebagai unsur survei hidrografi utama Australia, HMAS Leeuwin dibekali multibeam dan single beam echo sounder, sonar terpasang di lambung (hull-mounted sonar), serta survey launch untuk operasi di perairan dangkal. Kapal ini mampu berlayar hingga 13 knot, dengan jarak jelajah mencapai 18.000 mil laut pada kecepatan 9 knot, dan diawaki sekitar 46 personel di bawah komando Shawn Poing-Destre.

Selain mengemban misi survei dan navigasi, Leeuwin turut berfungsi dalam interoperabilitas bilateral, termasuk dengan TNI AL. Kapal ini juga pernah beroperasi di Indonesia pada 2018 dalam kerja sama hidro-oseanografi di Tanjung Priok.

Baca Juga: TNI AL dan Australia Petakan Ulang Laut Perbatasan, Perkuat Keamanan Navigasi di NTT

Berlatih Bersama KRI Spica dalam CHSE 2025

Keikutsertaan HMAS Leeuwin tahun ini berlangsung dalam rangkaian Coordinated Hydrographic Survey Exercise (CHSE) 2025 antara TNI AL dan Angkatan Laut Australia, latihan survei hidrografi yang digelar di perairan Laut Timor, zona perbatasan ZEE Indonesia–Australia.

Bersama KRI Spica-934 dari Satuan Survei Pushidrosal, Leeuwin mengikuti sejumlah serial latihan hidrografi, seperti Multibeam Echo Sounder (MBES); Single Beam Echo Sounder (SBES); Side Scan Sonar (SSS); Conductivity Temperature Depth (CTD); Tide Gauge; Meteorology; Seabed Sampling.

Selain latihan teknis survei, kedua kapal juga melaksanakan latihan manuver kapal perang, terdiri dari komunikasi menggunakan isyarat bendera (flaghoist); komunikasi menggunakan lampu kedip (flashing light); manuver taktis antarkapal (tactical manoeuvre); peran perwira jaga (officer of the watch); penggunaan publikasi nautika (publication); penanggulangan kerusakan kapal (damage control); pelayaran konvoi malam hari (night shipping in convoy).

Baca Juga: Mayjen Rio Firdianto, Mantan Dansat Intel Bais yang Ditunjuk jadi Asintel Panglima TNI

Fase Pangkalan di Kupang

Usai tahap laut (sea phase), HMAS Leeuwin dan KRI Spica akan berlayar menuju Kupang untuk memasuki Harbour Phase di Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) VII. Serangkaian kegiatan telah dijadwalkan, termasuk sport activity, ship visit exchange, senior officer visit, serta Subject Matter Expert Exchange (SMEE) atau pertukaran keahlian teknis bidang hidrografi.

Perkuat Keamanan Maritim Perbatasan

Keterlibatan HMAS Leeuwin dalam kerja sama tahun ini menegaskan komitmen Indonesia dan Australia dalam peningkatan keselamatan navigasi, pemetaan laut, dan keamanan maritim di kawasan perbatasan. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.