HANKAM

HMAS Cape Solander: Kapal Penjaga Perbatasan Australia yang Mampir di Cilacap

HMAS Cape Solander
HMAS Cape Solander, kapal patroli lepas pantai penjaga perbatasan Australia. (Foto: Dok. Royal Australian Navy)

Jakarta, IDM – Kapal perang milik Angkatan Laut Australia, HMAS Cape Solander 312, singgah sejenak di Pelabuhan Tanjung Intan, Cilacap, Jawa Tengah. Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Cilacap mengawal ketat kedatangan hingga keberangkatan kapal negara sahabat tersebut pada Jumat (6/3).

Kapal patroli lepas pantai ini mampir ke Cilacap untuk mengisi bahan bakar minyak dan menambah perbekalan logistik. Setelah proses pengisian selesai, kapal yang berada di bawah komando Komandan David Martinussen ini langsung melanjutkan pelayaran menuju wilayah Pulau Natal (Christmas Island).

Sebelum kembali berlayar, Kantor Imigrasi Kelas I TPI Cilacap bersama TNI AL, Bea Cukai, dan kepolisian memeriksa seluruh dokumen kapal dan kru. Petugas memberikan lampu hijau karena seluruh 27 awak kapal yang berkewarganegaraan Australia tersebut memiliki surat-surat keimigrasian yang sah.

Baca Juga: TNI AD Bantah Isu Tabrak Lari Ojol, Minta Masyarakat Patuhi UU Lalu Lintas

Tugas Jaga Perbatasan

HMAS Cape Solander bukanlah kapal sembarangan. Angkatan Laut Australia mengandalkan kapal tipe Evolved Cape Class ini sebagai ujung tombak untuk mengamankan batas wilayah perairan mereka.

Pemerintah Australia menugaskan kapal ini dalam program Operasi Kedaulatan Perbatasan (Operation Sovereign Borders). Para kru kapal memikul tugas berat, mulai dari melindungi kekayaan laut dari pencuri ikan, mencegah masuknya imigran gelap, hingga memberantas penyelundupan narkoba.

HMAS Cape Solander
Keberangkatan HMAS Cape Solander dari Cilacap, Jawa Tengah, Jumat (6/3), usai singgah sejenak untuk isi bahan bakar kapal. (Foto: Dok. Lanal Cilacap)

Untuk menjalankan tugas tersebut, awak HMAS Cape Solander rutin melacak, menghentikan, dan menaiki kapal-kapal yang mencurigakan di lautan. Mereka tak segan menangkap para pelanggar hukum dan menyita barang bukti muatan ilegal.

Lincah dan Bersenjata

Galangan kapal Austal Ships di Fremantle, Australia, membangun kapal ini dengan desain yang sangat lincah. Kapal ini memiliki panjang 58,1 meter dan lebar 10,6 meter.

Baca Juga: TNI Siaga 1, Pengamat: Konsolidasi Awal dan Pesan TNI Siap Hadapi Kedaruratan

Angkatan Laut Australia membekali HMAS Cape Solander dengan dua mesin diesel raksasa Caterpillar berkapasitas nyaris 6.800 tenaga kuda. Mesin gahar ini memampukan kapal melesat hingga kecepatan maksimal 25 knot (sekitar 46 kilometer per jam) dan mampu menjelajah sejauh 4.000 mil laut tanpa henti.

Zebagai sarana pertahanan dan penindakan, HMAS Cape Solander membawa dua pucuk senapan mesin kaliber 12,7 milimeter. Senjata ini siap melumpuhkan ancaman yang mencoba menerobos masuk ke wilayah perairan Australia.

Komandan Lanal Cilacap Kolonel Laut (PM) Damianus Denny Nixon Ogi, memimpin langsung upacara pelepasan kapal andalan Australia tersebut. Ia memastikan pelayanan sandar berjalan mulus untuk mempererat kerja sama pertahanan dan diplomasi maritim antara Indonesia dan Australia. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.