Hendak Diselundupkan ke Malaysia, 1,9 Ton Pasir Timah Disita TNI AL di Karimun

Jakarta, IDM – Tim gabungan TNI AL mencegat kapal cepat (speedboat) pembawa 50 karung pasir timah di Perairan Pelambung, Karimun, Kepulauan Riau. Pelaku berencana menyelundupkan pasir timah seberat 1,9 ton tersebut ke Malaysia.
Prajurit Pangkalan TNI AL (Lanal) Tanjung Balai Karimun bersama Satgas Intelijen Maritim menyergap kapal bermesin ganda 200 tenaga kuda (pk) tersebut pada Selasa (21/7) dini hari sekitar pukul 01.45 WIB. Petugas bergerak cepat usai mengantongi informasi aktivitas mencurigakan di laut dari warga lokal.
Petugas langsung menangkap seorang pelaku di atas kapal. TNI AL kemudian mengantongi lima nama terduga pelaku berinisial DS, W, A, OA, dan I yang berperan sebagai pemilik muatan, nakhoda, hingga anak buah kapal.
Baca Juga: Awali Pitch Black 2026, Penerbang TNI AU Jalani DBFM dengan Angkatan Udara Singapura dan Jepang
Komandan Komando Daerah Angkatan Laut (Dankodaeral) IV Laksda TNI Berkat Widjanarko menjelaskan, penggagalan aksi ilegal ini menyelamatkan potensi kerugian negara hingga miliaran rupiah.
"Penggagalan penyelundupan ini berhasil menyelamatkan potensi kerugian negara sekitar Rp 1,52 miliar," kata Berkat, dikutip dari keterangan Dispen Kodaeral IV.
Hasil pengujian laboratorium mengonfirmasi muatan tersebut memiliki kandungan timah (Sn) yang sangat tinggi. Material ini merupakan pasir timah murni hasil penambangan liar yang belum melewati proses pemurnian (hilirisasi).
Baca Juga: Kopda Dian Wahyu Saputro Lumpuhkan Kelompok OPM, Diganjar Penghargaan Tinggi
Selain merampas 1,9 ton timah, petugas menyita kapal cepat, tiga unit ponsel, dokumen KTP dan SIM, dua kartu ATM, hingga dompet milik pelaku.
TNI AL memperketat patroli di wilayah perbatasan laut untuk memutus jaringan kejahatan lintas negara. Pihaknya meminta warga perairan segera melapor jika melihat pergerakan kapal mencurigakan di tengah laut.
Penyidik TNI AL menyerahkan seluruh tersangka dan barang bukti ke Mako Lanal Tanjung Balai Karimun. Pihaknya mengusut kasus ini bersama instansi terkait untuk membongkar tuntas jaringan penyelundupan timah tersebut.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































