HANKAM

Hell Week dalam Pembentukan Manusia Katak

Kopaska
Pasukan Katak (Kopaska) TNI AL (IDM/Muhammad Hidayat)

Jakarta, IDM - Dalam membentuk manusia katak yang dilakukan oleh Sekolah Pasukan Katak (Sepaska) di bawah Pusat Pendidikan Khusus Komando Pendidikan Operasi Laut (Pusdiskus Kodikopsla) Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan dan Latihan TNI AL (Kodiklatal) pada satu bulan pertama pendidikan, dikenal istilah Hell Week atau minggu neraka.

Mengutip dari buku Tradisi TNI AL oleh Dinas Perawatan Personel TNI AL, 2020, Hell Week adalah kegiatan yang sangat menentukan dalam pembentukan manusia katak. Diadakan pada pekan ketiga fase pertama, Hell Week dilaksanakan selama enam hari.

Baca Juga: Mengenang Sejarah Bangsa Melalui Monumen Perjuangan Mempertahankan NKRI

Hell Week menguji ketahanan fisik, ketangguhan mental, menahan rasa sakit dan tahan terhadap hawa dingin, kerja sama tim, sikap dan kemampuan untuk melakukan pekerjaan di bawah tekanan fisik dan mental yang tinggi serta berkurangnya waktu tidur.

Selama bertahun-tahun, pengalaman membuktikan personel yang berhasil melewati Hell Week selain orang yang terkuat ataupun perenang tercepat, tetapi juga mereka yang memiliki hasrat membara, mental yang tinggi untuk menjadi manusia katak.

Kopaska
Pasukan Katak (Kopaska) TNI AL (IDM/Muhammad Hidayat)

Kegiatan di dalam Hell Week tidak mengenal waktu istirahat. Semua personel terus bergerak, berlari, berenang, mendayung, membawa perahu di atas kepala mereka, melakukan physical training, sit-up, push-up, berguling-guling di pasir hingga berjalan melalui lumpur.

Baca Juga: Nurtanio, Perintis Industri Pesawat Indonesia

Dijelaskan dalam buku tersebut, para calon manusia katak melakukan evolusi yang mengharuskan mereka untuk berpikir, memimpin, membuat keputusan yang baik, dan beroperasi secara fungsional ketika mereka kurang tidur, mendekati hipotermia, dan bahkan berhalusinasi.

Dalam situasi seperti ini, ada suatu tradisi unik, yaitu apabila siswa tidak kuat, maka cukup membunyikan bel yang menandakan kekalahan, dan meletakkan helm sebagai tanda menyerah tidak dapat melanjutkan perjuangan untuk membentuk manusia katak sejati.

Di dalam kegiatan Hell Week ini juga ada tradisi pembaptisan nama sandi masing-masing calon manusia katak dengan menggunakan nama-nama ikan, seperti hiu, paus, kerapu, lumba-lumba dan lain-lain. Sejumlah nama sandi tersebut akan selamanya menempel sebagai identitas atau kode manusia katak. Biasanya, nama sandi didapatkan sesuai karakter masing-masing siswa. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.