HANKAM

Helikopter Panther dan Bolkow TNI AL Uji Kemampuan Evakuasi dan Operasi Laut di Bintan

Helikopter Panther
Prajurit TNI AL turun dari helikopter untuk mengejar musuh dalam simulasi latihan di Gunung Bintan, Kepulauan Riau, Minggu (10/8). (Foto: Dok. Puspenerbal)

Jakarta, IDM – Suara baling-baling memecah udara sore di atas Gunung Bintan, disusul manuver rendah dua helikopter TNI AL yang memburu kapal penyelundup di perairan Kepulauan Riau, Minggu (10/8).

Atraksi Pusat Penerbangan TNI Angkatan Laut (Puspenerbal) tersebut memadukan skenario penyelamatan awak pesawat di rimba dengan operasi laut, menghadirkan ketegangan layaknya misi sungguhan di wilayah strategis.

Baca Juga: Flypast hingga Sling Load, Aksi Pesawat dan Helikopter TNI AU di Upacara Kehormatan Militer

Dua helikopter, AS565 MBe Panther dan BO 105 Bolkow, dikerahkan dalam latihan gabungan yang melibatkan unsur Wing Udara 1, 2, 3, Lanudal Tanjungpinang, serta fasilitas pemeliharaan dan perbaikan pesawat udara.

Skenario dimulai dari misi evakuasi awak pesawat yang terjebak di kawasan hutan Gunung Bintan, sebelum berlanjut ke perairan Selat Singapura untuk menghadang kapal ikan yang diduga membawa narkoba dari Cina menuju Dumai.

Dalam simulasi, helikopter Panther melakukan manuver shadowing rendah untuk menguntit kapal sasaran, sementara Bolkow memberikan dukungan dari udara. Kontak senjata dengan pelaku penyelundupan menjadi bagian dari atraksi, diikuti pengiriman bantuan logistik cepat dan evakuasi medis udara menggunakan helikopter Panther.

Wakil Komandan Puspenerbal Kolonel Laut (P) Catur Nur Ardiantoro, mengatakan latihan ini dirancang untuk membina keterampilan awak pesawat udara dalam menghadapi berbagai situasi darurat, baik di darat maupun laut.

Baca Juga: Jumlah Satuan Kopassus Bertambah dari 3 Grup Menjadi 6 Grup, Ini Rinciannya

"Dilatih agar mampu mengatasi dan keluar dari situasi darurat, serta mempertahankan kemampuan tempur di wilayah yang sulit," ujarnya, dikutip dari keterangan Dispen Puspenerbal, Senin (11/8).

Ia menambahkan, kegiatan ini juga menjadi wujud kesiapsiagaan Puspenerbal melaksanakan tugas-tugas penerbangan di wilayah strategis yang rawan ancaman, sekaligus memperkuat profesionalisme prajurit dalam misi penyelamatan maupun operasi keamanan laut. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.