Helikopter H-225M, Alutsista Baru TNI AU untuk Operasi Tempur dan Kemanusiaan

Jakarta, IDM - TNI Angkatan Udara (TNI AU) bakal diperkuat dengan alat utama sistem persenjataan (alutsista) baru berupa 8 helikopter jenis H-225M. Helikopter angkut berat ini nantinya akan dioperasionalkan oleh Skadron Udara 8, Lanud Atang Sendjaja Bogor.
“Helikopter H-225M dikembangkan oleh Eurocopter Group sebagai generasi terbaru dalam keluarga Super Puma. Airbus Helicopters H-225M membawa berbagai fitur yang canggih dan unggul, menjadikannya sebagai helikopter transport jarak jauh yang sangat efisien,” tulis TNI AU dilansir dari keterangan foto dalam instagram @militer.udara, Senin (27/11).
Baca Juga: TNI AD Juara Umum di Lomba Tembak ASEAN Armies Rifle Meet
Helikopter ini nantinya akan difungsikan untuk mendukung sejumlah tugas pokok TNI AU, baik dalam operasi militer perang (OMP) maupun operasi militer selain perang (OMSP).

H-225M merupakan helikopter angkut militer yang dapat digunakan untuk mengangkut pasukan serta logistik; pertolongan medis udara (PMU); pencarian dan penyelamatan (SAR); combat search and rescue (CSAR); penerbangan VIP/VVIP; PMU; dropping terjun payung; sling operation; rocketing and gunnering; water bombing; air refueling; serta berbagai misi lainnya.
Helikopter ini mampu terbang hingga 324 km/jam dengan ketinggian terbang mencapai 5.343 m atau 4.110 kaki dan jarak tempuh sejauh 920 km. Sementara itu, beban maksimal yang dapat diangkut mencapai 11.200 kg atau 24.692 lb. Dengan external load yang dimiliki helikopter ini maka hal tersebut memberikan fleksibilitas dalam melaksanakan berbagai misi operasi angkutan udara.
Baca Juga: Potret Prajurit Yonif 754/ENK Kostrad Pamer Bela Diri Taktis di Papua
“Helikopter H225M ini dirancang untuk dapat diawaki dua kru (pilot dan kopilot) dan satu Juru Mudi Udara, serta mampu menampung 28 pasukan, ditenagai sepasang mesin turboshaft Makila 2A1 buatan Turbomeca yang masing-masing berdaya 2.156 shp,” tulis TNI AU.
Kementerian Pertahanan rencananya akan melakukan serah terima helikopter ini kepada TNI AU, setelah melalui proses re-assembly di PT Dirgantara Indonesia (PTDI) pada akhir bulan November 2023. (yas)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































