Hari Sumpah Pemuda, KSAL: KRI Sriwijaya Simbol Tekad Menjaga Persatuan Nusantara

Jakarta, IDM – Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali menuturkan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dengan menjadikan sejarah maritim Kerajaan Sriwijaya sebagai inspirasi.
Hal itu diungkapkan KSAL usai penyelenggaraan upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026 di geladak KRI Sriwijaya-100, Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (28/10).
Menurut Ali, pemilihan KRI Sriwijaya-100 sebagai lokasi upacara bukan sekadar menghadirkan suasana berbeda dalam peringatan Hari Sumpah Pemuda.
Baca Juga: TNI AD akan Rekrut 5.000 Bintara dan 14.000 Tamtama
Kapal perang tersebut juga membawa simbol sejarah tentang kekuatan maritim yang berperan dalam menyatukan wilayah Nusantara.
Ia menjelaskan, Kerajaan Sriwijaya pada masa lalu dikenal sebagai kekuatan maritim yang memiliki pengaruh luas di kawasan Asia Tenggara.
"KRI Sriwijaya ini kan dulu pemersatu. Kerajaan Sriwijaya ini dulu pemersatu Nusantara, ya," kata Ali saat diwawancarai seusai upacara, Rabu (28/10).
Ia menilai, semangat persatuan yang tercermin dalam sejarah Sriwijaya tetap relevan bagi Indonesia saat ini.
Baca Juga: Lima Fakta Tewasnya Prajurit Kopassus Letda Inf Jihad Ahmad di Gudang Senjata
Sebagai negara kepulauan dengan wilayah yang luas dan beragam latar belakang masyarakat, Indonesia membutuhkan komitmen bersama untuk mempertahankan keutuhan bangsa.
Ali juga mengingatkan kekuatan angkatan laut Sriwijaya pada masa lalu turut mendukung luasnya pengaruh kerajaan tersebut.
Menurutnya, sejarah itu dapat menjadi inspirasi bagi TNI Angkatan Laut (TNI AL) dalam memperkuat pengabdian kepada bangsa dan negara.
"Dengan angkatan lautnya yang besar, dia mampu menyatukan Nusantara, bahkan sampai ke Asia Tenggara," ujarnya.
Peringatan Hari Sumpah Pemuda menjadi momentum untuk menghidupkan kembali semangat tersebut.
Bagi Ali, nilai persatuan yang lahir dari ikrar pemuda pada 1928 perlu terus diwujudkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, termasuk melalui pengabdian prajurit dalam menjaga kedaulatan Indonesia.
"Nah, ini menjadi tekad kita untuk kembali menyatukan jiwa-jiwa persatuan, apalagi ini dalam rangka Hari Sumpah Pemuda. Ini sangat relevan sekali, tepat sekali, bahwa kita harus terus menjaga persatuan dan kesatuan Republik Indonesia ini, dan seluruh Nusantara," pungkasnya.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































