HANKAM

Hari Lahir Pancasila 2026: BPIP Sebut Pancasila 'Juru Selamat' Hadapi Geopolitik

Wakil Komandan Kodaeral V Brigjen (Mar) Suwandi
Wakil Komandan Kodaeral V Brigjen (Mar) Suwandi saat memimpin upacara Hari Lahir Pancasila 2026 di Markas Kodaeral V, Surabaya, Jawa Timur, Senin (1/6). (Foto: Dok. Kodaeral V)

Jakarta, IDM – Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) menggarisbawahi pentingnya dasar negara di tengah situasi dunia yang dinamis. Pancasila dinilai menjadi jangkar moral sekaligus penyelamat Indonesia dalam menerjang badai disrupsi global saat ini.

Pesan tersebut tersaji dalam upacara peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 yang berlangsung di Lapangan Markas Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) V, Surabaya, Jawa Timur, Senin (1/6).

"Pancasila adalah jangkar moral kita dalam menghadapi turbulensi global, mulai dari disrupsi teknologi hingga dinamika geopolitik," tegas Wakil Komandan Kodaeral V Brigjen (Mar) Suwandi saat membacakan amanat tertulis Kepala BPIP Yudian Wahyudi.

Baca Juga: Kodam Cenderawasih Sterilisasi Lokasi Ledakan Biak, Diduga Bom Perang Dunia II

Pancasila Jadi Juru Damai Dunia

BPIP menilai tantangan dunia ke depan bakal bergulir super cepat. Itu mengapa peringatan tahun ini mengusung tema besar “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”.

Artinya, fungsi dasar negara tidak sekadar jadi perekat di dalam negeri, melainkan juga menjadi modal kuat Indonesia berbicara di panggung internasional. Nyatanya, sepak terjang Indonesia di kancah global sudah terbukti nyata.

Sebut saja pengiriman pasukan perdamaian di bawah bendera PBB, aksi mediasi konflik regional, hingga sikap konsisten Indonesia membela kemerdekaan bangsa terjajah. Semua langkah tersebut merupakan pengejawantahan dari Sila Kedua: Kemanusiaan yang Adil dan Beradab.

Baca Juga: Tingkatkan Ketersediaan Pangan di Perbatasan, Yonarmed 12 Kostrad Tanam Jagung

Sentilan BPIP untuk Anak Muda

BPIP juga menitipkan pesan khusus buat generasi muda selaku penerus bangsa. Mereka meminta agar anak muda tidak cuma memperlakukan Pancasila sebagai hafalan di atas kertas, melainkan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

"Saya mengajak seluruh elemen bangsa, terutama generasi muda sebagai penjaga masa depan, untuk menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup (living ideology)," ucap Yudian dalam amanatnya.

Lewat momentum 1 Juni ini, seluruh prajurit dan ASN Kodaeral V diharapkan makin solid. Nilai-nilai luhur Pancasila wajib menjadi landasan nyata dalam pengabdian kepada negara, sekaligus tameng menghadapi berbagai tantangan global.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.