Hanmarch 45 Km, Siswa Komando A-51 Tempa Ketahanan Fisik dan Daya Juang

Jakarta, IDM – Siswa Komando Angkatan ke-51 (A-51) terus menempa diri melalui Hanmarch (Ketahanan March) dengan berjalan sejauh 45 kilometer.
Hanmarch merupakan latihan berjalan jarak jauh dengan membawa beban/perlengkapan militer untuk menguji fisik, mental, dan disiplin siswa komando atau prajurit.
Baca Juga: Menhan Sjafrie Sebut Dualisme Kualifikasi Yonif TP Selaras dengan Sishankamrata dan Defensif Aktif
Selain itu, Hanmarch menjadi bagian dari orientasi pendidikan tahap home base yang dirancang untuk menguji ketahanan fisik, mental, disiplin, daya juang, serta kekompakan para siswa dalam menghadapi setiap tantangan pendidikan.

Selaras dengan itu, kegiatan yang sama menjadi bagian dari proses pembentukan prajurit Komando yang tangguh, militan, dan berjiwa patriot.
Baca Juga: Tiga Kapal Rusia Berkunjung ke Jakarta, Ini Tujuannya
"Setiap kilometer menjadi pembuktian bahwa seorang prajurit Komando harus mampu mengendalikan diri, menjaga kekompakan, serta terus bergerak maju meskipun dihadapkan pada berbagai medan yang penuh dengan tantangan," tulis Penerangan Wingdik 800/Pasgat, Jumat (2/10).
Kegiatan Hanmarch juga menjadi momentum untuk menanamkan karakter tangguh, tanggap dan trengginas, sekaligus membangun kesiapan mental para siswa agar mampu menghadapi tahapan pendidikan berikutnya dengan semangat juang yang tidak pernah padam.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































