Hadiri Konferensi di Laos, Wakasau Ingatkan Pentingnya Komunikasi dan Koordinasi Angkatan Udara se-ASEAN

Jakarta, IDM - Angkatan udara ASEAN harus memperkuat komunikasi dan koordinasi, baik pada tingkat taktis, maupun operasional guna memastikan bahwa setiap usulan operasi dan program latihan bersama dapat dilaksanakan dengan baik. Yang terpenting, komunikasi dan koordinasi ini diharapkan dapat menjaga perdamaian serta stabilitas di Asia Tenggara.
Demikian ditegaskan Wakil Kepala Staf Angkatan Udara (Wakasau) Marsdya TNI A. Gustaf Brugman saat menghadiri konferensi ke-19 Kepala Staf Angkatan Udara Asia Tenggara yang berlangsung sejak 3-6 November 2022.

Tahun ini konferensi digelar di Luang Prabang, Laos dan dipimpin oleh Brigadir Jenderal Khamlek Sengphacan selaku Kepala Staf Angkatan Udara Laos. Sebanyak 10 pimpinan angkatan udara negara Asia Tenggara juga dilaporkan turut hadir pada konferensi ini.
Konferensi ini memiliki nilai penting karena sejak digelar pada 2004, para pemimpin angkatan udara masing-masing negara ASEAN dapat berbagi pengalaman dan bertukar pikiran.
"Tahun ini, forum memiliki peran yang lebih besar dari sebelumnya, karena kita menghadapi perubahan geopolitik regional yang sangat dinamis dan menantang. Sebagai angkatan udara ASEAN, kita perlu segera mengedepankan kebersamaan," ujar Wakasau melansir keterangan Dispenau.
Baca: Pertahanan adalah Investasi, Menhan Prabowo: Jangan Lengah Walau Tidak Ada Ancaman!
Gustav juga menyampaikan tiga pokok bahasan pada kesempatan tersebut. Pertama, perihal kepentingan strategis kawasan Indo-Pasifik. Kedua, mengenai peran kekuatan udara di abad Indo-Pasifik dan yang ketiga tentang peran angkatan udara ASEAN dalam menjaga perdamaian, stabilitas, dan keamanan ASEAN, dari perspektif angkatan udara Indonesia.
Apresiasi dan ucapan terima kasih juga turut disampaikan Wakasau kepada para pemimpin angkatan udara ASEAN yang telah menerima personel TNI AU dalam berbagai program pendidikan dan latihan bersama. (yas)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































