Hadapi Perang Modern, 228 Perwira TNI AD Digembleng Soal Siber dan Informasi

Jakarta, IDM – Lintas medan pertempuran kini tak lagi terbatas pada bentrokan fisik, melainkan telah merambah ke dunia digital dan informasi. Menjawab tantangan tersebut, sebanyak 228 perwira menengah TNI AD digembleng langsung oleh Komandan Kodiklatad Letjen TNI Mohamad Hasan di Gedung Graha Yuddha Wastu Pramukha Pussenif, Kamis (24/9).
Dilansir dari keterangan Penkodiklatad, Jumat (25/9), Dankodiklatad menekankan pentingnya kesiapan Perwira TNI AD menghadapi perang modern yang melibatkan teknologi, informasi, siber dan ruang kognitif.
Baca Juga: KSAL Terima Kunjungan Irjen AL Prancis, Bahas Kerja Sama Pertahanan
Menurut mantan Pangkostrad ini, Perwira dituntut berpikir kritis, adaptif, melek digital serta mampu menganalisis informasi secara objektif dalam mengambil keputusan.
"Kepemimpinan harus dibangun dengan kejernihan berpikir, kepercayaan dan kecepatan bertindak guna menjaga soliditas prajurit serta menghadapi berbagai ancaman," kata Hasan.
Baca Juga: Syarat jadi Prajurit Infanteri: Tempuh 110 Km di Latihan Yuddhawastu Pramuka
Melalui pembekalan ini, diharapkan para Perwira semakin siap menjalankan tugas dan tanggung jawab kepemimpinan secara profesional, adaptif dan responsif terhadap perkembangan lingkungan strategis, sehingga mampu memberikan kontribusi terbaik bagi kemajuan TNI AD.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































