Gunakan Rudal Mistral dan Stinger, Prajurit Arhanud TNI AD dan Air Defense US Army Bagi Ilmu Cara Tembak “Drone”

Jakarta, IDM – Prajurit Artileri Pertahanan Udara (Arhanud) TNI Angkatan Darat bersama personel Air Defense US Army melaksanakan latihan penembakan sasaran udara dalam rangkaian Super Garuda Shield (SGS) 2026. Latihan digelar di Lapangan Tembak Staling Armed Puslatpur Kodiklat TNI AD, Martapura, Sumatra Selatan, Rabu (9/9).
Dalam latihan tersebut, prajurit Batalion Arhanud 10/Dam Jaya mengoperasikan peluru kendali (rudal) Mistral. Sementara itu, US Army menggunakan rudal Stinger untuk menguji kesiapan dan kemampuan unsur pertahanan udara menghadapi ancaman dari udara.
Baca Juga: Kebakaran di Jayapura, Kodam Cenderawasih Kerahkan 285 Prajurit Bersihkan Dok V Bawah
Adapun sasaran udara berupa pesawat tanpa awak atau drone yang diterbangkan melalui koordinasi teknis.

“Melalui koordinasi tersebut, personel dari kedua negara saling berbagi pengalaman dan menyelaraskan prosedur pengoperasian sistem persenjataan guna mendukung kelancaran latihan penembakan sasaran udara,” tulis siaran pers Pusat Penerangan TNI, dikutip Kamis (10/9).
Baca Juga: Jaga Keselamatan Prajurit di Indonesia Timur, Kogabwilhan III Perkuat Benteng Doa
Setelah penembakan, kegiatan dilanjutkan dengan penyematan Brevet Air Defence Indonesia kepada personel US Army. Sebaliknya, juga dilaksanakan penyematan Brevet Air Defence US Army kepada prajurit TNI.
“Melalui pertukaran pengalaman dan pengetahuan, kedua negara terus meningkatkan kemampuan serta profesionalisme prajurit dalam membangun kesiapan pertahanan udara guna mendukung keberhasilan SGS 2026,” tulis Puspen TNI.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































