Grup 4 Khusus Gelar Sertijab, Skadron Udara 52 Dipimpin Komandan Baru

Jakarta, IDM – Grup 4 Khusus menggelar upacara serah terima jabatan (sertijab) Komandan Skadron Udara 52 di Lanud Raden Sadjad, Natuna, Selasa (31/3). Upacara tersebut dipimpin langsung oleh Komandan Grup 4 Khusus Marsma TNI I Ketut Adiyasa A.
Seusai sertijab, maka jabatan Komandan Skadron Udara 52 telah resmi diemban oleh Letkol Pnb Lucky Candra, setelah sebelumnya diamanatkan kepada Letkol Pnb Gatot Prasetyo.
Dengan adanya pergantian kepemimpinan ini, Skadron Udara 52 diharapkan dapat semakin profesional, solid, dan siap dalam melaksanakan setiap tugas yang diemban demi menjaga kedaulatan udara nasional.
Baca Juga: 2 Kapal Perang Malaysia Sandar di Surabaya, Jalankan Misi Regional
"Serah terima jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi guna menjaga kesinambungan kepemimpinan serta meningkatkan kinerja satuan dalam mendukung tugas TNI Angkatan Udara," jelas Marsma TNI I Ketut dikutip dari unggahan instagran @grup_4_khusus, Rabu (1/4).

Ia kemudian menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Letkol Pnb Gatot Prasetyo A.B atas dedikasi, loyalitas, dan pengabdiannya selama menjabat sebagai Komandan Skadron Udara 52.
"Berbagai capaian dan kontribusi yang telah diberikan dinilai telah memberikan dampak positif bagi kemajuan satuan," imbuh Dangrup 4 Khusus.
Baca Juga: Tiga Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon Dapat KPLB, Keluarga Dapat Santunan Rp 1,8 M
Lebih lanjut, Marsma I Ketut juga menyampaikan ucapan selamat kepada Letkol Pnb Lucky Candra atas kepercayaan yang diberikan untuk mengemban jabatan sebagai Komandan Skadron Udara 52. la berharap pejabat baru dapat melanjutkan dan meningkatkan prestasi yang telah diraih sebelumnya.
"Kepercayaan yang diberikan ini hendaknya dapat dijadikan sebagai amanah yang harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab. Saya titipkan Skadron Udara 52 agar terus dapat memberikan pengabdian terbaik dalam setiap pelaksanaan tugas TNI Angkatan Udara," ujar Komandan Grup 4 Khusus. (yas)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































