Groundbreaking Pabrik Munisi PT Pindad, Menhan: Langkah Strategis Perkuat Kemandirian Industri Pertahanan

Jakarta, IDM – Pemerintah terus berkomitmen mengembangkan industri pertahanan yang mandiri dan berkesinambungan. Untuk itu, sinergi antara industri dan seluruh pemangku kepentingan menjadi fondasi utama dalam mempercepat penguatan ekosistem industri pertahanan nasional.
Pesan tersebut disampaikan Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin, saat meletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan pabrik munisi PT Pindad di Batulicin, Kalimantan Selatan, Sabtu (4/7).
Menhan Sjafrie mengapresiasi pemerintah daerah, TNI, PT Pindad, serta seluruh mitra yang telah mendukung terwujudnya proyek tersebut.
Baca Juga: Marinir TNI AL Jajal Taktik Kamuflase Gurun Bareng AS di Hawaii
“Pembangunan fasilitas ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kemandirian industri pertahanan nasional, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan munisi bagi TNI secara berkelanjutan,” tulis Menhan di akun Instagramnya.
Pembangunan pabrik munisi di Kalimantan Selatan, selain mendukung kepentingan pertahanan negara, diproyeksikan mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat melalui pembukaan lapangan pekerjaan, peningkatan sumber daya manusia, hingga tumbuhnya berbagai sektor pendukung lainnya.
Groundbreaking juga menjadi langkah penting dalam pengembangan industri pertahanan nasional sekaligus bentuk konkret pemerintah memperkuat kemandirian melalui pembangunan kapabilitas industri strategis dalam negeri.
Baca Juga: KSAU Tegaskan Pembangunan Kekuatan TNI AU Harus Diimbangi Kesiapan SDM
Sementara itu, Direktur Utama PT Pindad Sigit P. Santosa menjelaskan bahwa penguatan industri pertahanan dalam negeri menjadi salah satu prioritas strategis pemerintah untuk mendukung kemampuan pertahanan negara yang mandiri, modern, dan berkelanjutan.
Pembangunan fasilitas produksi ini diharapkan mampu memperkuat kemampuan nasional dalam memenuhi kebutuhan pertahanan sekaligus meningkatkan daya saing industri pertahanan dalam negeri.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































