Grebek Tambang Ilegal di Perairan Lingga, KRI Beladau Sita 42 Karung Pasir Timah

Jakarta, IDM – Kapal perang TNI AL KRI Beladau-643 menggerebek aktivitas penambangan timah ilegal di perairan Pulau Pekajang Besar, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau. Petualangan penambang liar tersebut terhenti usai petugas menyita 42 karung pasir timah ilegal seberat 1,5 ton.
Penyergapan bermula saat tim intelijen mengendus rumor penambangan tanpa izin di perairan Lingga. KRI Beladau-643 bersama satuan tugas khusus timah Pusat Intelijen Angkatan Laut (Satgasus Pusintelal) langsung mengepung lokasi dan menangkap seorang tersangka pada Senin (27/7).
Baca Juga: Dua Perwira TNI AL Atur Strategi Tempur RIMPAC 2026 di Hawaii!
Komandan KRI Beladau-643 Letkol Laut (P) Akbar Suthawijaya menegaskan penyergapan ini membuktikan kesiapsiagaan prajurit dalam menjaga perairan Nusantara.
"Keberhasilan operasi ini merupakan hasil sinergi dan kesiapsiagaan seluruh unsur yang terlibat dalam menjaga keamanan laut Indonesia," kata Akbar, dikutip dari laman TNI AL, Kamis (30/7).
Prajurit TNI AL memboyong pelaku beserta barang bukti 1.596 kilogram pasir timah menggunakan KRI Beladau-643 menuju Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Dabo Singkep. Penindakan ini menyelamatkan kekayaan alam negara dari penambangan liar.
"Selain menindak pelanggaran hukum, operasi ini juga menjadi langkah nyata TNI AL dalam melindungi kekayaan sumber daya alam nasional dari praktik eksploitasi ilegal yang merugikan negara," tambah Akbar.
Baca Juga: Harumkan Indonesia! Lettu Czi Michael Atalah Raih Penghargaan FIB HQ Special Commendation
Setibanya di dermaga, petugas menyerahkan tersangka dan ribuan kilogram pasir timah tersebut kepada penyidik Lanal Dabo Singkep untuk proses hukum lebih lanjut.
Langkah tegas KRI Beladau-643 ini memutus rantai penambangan tanpa izin (illegal mining) yang merusak ekosistem terumbu karang dan merugikan negara. Komando Armada (Koarmada) I terus menyiagakan kapal perang di jalur pelayaran rawan untuk menjamin penegakan hukum di perairan Indonesia.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































