Godok RPP, Tiga Menteri Gelar Rapat Terbatas

Jakarta, IDM - Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto, Menko Marves Luhut BP, Menkopolhukam Mahfud MD dan Lembaga Kementerian terkait melakukan rapat terbatas di Gedung Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat (20/12). Rapat terbatas ini terkait dengan pengelolaan kedaulatan dan hak kedaulatan atas laut di Indonesia.
Dalam pertemuan tersebut Menhan Prabowo, Menkopolhukam Mahfud MD, Menko Marves Luhut BP, dan Lembaga Kementerian terkait menggodok Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang Penyelenggaraan Keamanan, Keselamatan, dan Penegakan Hukum di Wilayah Perairan Indonesia dan Wilayah Yurisdiksi Indonesia.

RPP tersebut sangatlah penting untuk menyusun sebuah Undang-Undang yang berkaitan dengan ekosistem serta tata kelola laut di perairan Indonesia. Sebab sejauh ini regulasi yang ada masih tumpang tindih dan perlu sinkronisasi.
Sesuai dengan arahan Presiden sejak 2015 dan ditegaskan kembali saat melantik Kepala Bakamla RI pada awal 2020 silam, bahwa ke depan Bakamla RI menjadi embrio Coast Guard Indonesia. (nhn/hg)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































