Glenny Kairupan, dari Medan Tempur ke Jenderal Kehormatan

Jakarta, IDM – Letnan Jenderal (Hor) Purn Glenny Kairupan merupakan salah satu sosok militer Indonesia yang mendapatkan pangkat kehormatan bintang tiga.
Anugerah tersebut disematkan Presiden Prabowo Subianto dalam acara Gelar Pasukan Operasional dan Kehormatan Militer yang digelar di Pusdiklatpassus, Jawa Barat, Minggu (10/8).
Glenny atau Glen sapaannya, adalah sosok militer senior yang dikenal sebagai figur tangguh dan telah mengabdi di berbagai medan operasi.
Lulusan AKABRI Darat angkatan 1970, Glenny yang memulai karier militernya di Korps Penerbangan Angkatan Darat mendapatkan penugasan di wilayah konflik seperti Timor Timur, Aceh, Papua, dan Kalimantan Barat.
Baca Juga: Ibu Wahadu, Pembuat Sapu Lidi yang Rumahnya Direhab TNI lewat Progam TMMD
Dikutip dari Inventori.co.id, pada tahun 1975 Glen mengikuti pendidikan penerbangan di Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia (STIP) Curug Banten yang saat itu bernama Lembaga Perhubungan Udara (LPPU) Curug.
Berkat pendidikan tersebut, ia menjadi pilot di kalangan TNI AD. Ia juga mendapatkan sertifikat Commercial Pilot License (CPL) dan Private Pilot License (PPL).
Sebagai pilot, pada tahun 1980 ia juga pernah mengikuti berbagai pelatihan internasional bersama divisi ke-25 Infanteri di Hawaii, dan ikut penugasan ke Filipina tahun 1987.
Ia juga pernah menjabat sebagai Wakil Danrem Timtim, Danrem 073 Makutaram Salatiga, Danden Intel Kostrad, hingga Assintel Divisi 1 Kostrad.
Baca Juga: 163 Prajurit Infanteri Lulus Pendidikan Lanjutan Perwira, Ada 4 dari Mancanegara
Di tahun 1995, Glenny pindah ke Badan Intelijen Strategis (BAIS) ABRI dan mengikuti pendidikan intelijen. Ia kemudian mendapat penugasan sebagai Asisten Atase Pertahanan di Filipina.

Di periode tahun 1997-1999 Glen mendapat amanah sebagai Staf Teritori Angkatan Darat berpangkat kolonel. Setelahnya ia menjabat Staf Intelijen di Badan Penegakan Keamanan dan Sistem Hukum di Departemen Hankam.
Lalu pada tahun 1999 saat ia sudah berpangkat brigadir jenderal, Glen mendapatkan tugas sebagai penasehat keamanan Satgas P3TT untuk misi PBB di Timor Timur (UNAMET– United Nations Mission in East Timor).
Kedekatannya dengan Prabowo Subianto bukan hal baru. Keduanya merupakan rekan satu angkatan di AKABRI dan sering terlibat dalam operasi bersama.
Baca Juga: Lembaga Farmasi TNI Didorong Produksi Obat-obatan
Prabowo bahkan menyebut Glenny sebagai sosok pemberani dan patriotik yang tak ragu turun langsung ke lapangan, termasuk dalam misi evakuasi pasukan menggunakan helikopter.
Setelah pensiun dari militer, Glenny aktif di dunia politik sebagai anggota Dewan Pembina Partai Gerindra periode 2020–2025.
Pada pilpres 2019, ia menjabat sebagai Direktur Penggalangan dalam Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi.
Di sektor korporasi, Glenny dipercaya sebagai Komisaris PT Garuda Indonesia sejak 2024 dan Komisaris PT Teknologi Militer Indonesia (PT TMI), perusahaan yang bergerak di bidang alutsista. (nhn)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































