HANKAM

Gerebek Subuh di Pelabuhan Sorong, TNI AL Gagalkan Penyelundupan Burung Kasturi Papua

Tim gabungan TNI AL
Tim gabungan TNI AL, BBKSDA Papua Barat Daya, dan instansi terkait menunjukkan barang bukti burung kasturi kepala hitam yang diamankan dari KM Gunung Dempo di Pelabuhan Sorong, Sabtu (30/5). (Foto: Dok. Kodaeral XIV)

Jakarta, IDM – Tim gabungan TNI AL menggelar operasi senyap menjelang fajar di Pelabuhan Umum Pelindo Sorong, Papua Barat Daya. Hasilnya, petugas berhasil menggagalkan upaya penyelundupan satwa dilindungi yang disembunyikan di atas kapal penumpang KM Gunung Dempo, Sabtu (30/5).

Operasi pemeriksaan dan pengamanan ketat tersebut bermula sejak pukul 04.55 WIT saat kapal sedang bersandar. Petugas gabungan yang terdiri dari personel Denintel dan Pomal Kodaeral XIV, Pusintelal, serta Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Papua Barat Daya, langsung menyisir berbagai sudut kapal penyeberangan tersebut.

Kejelian petugas membuahkan hasil ketika mereka mengendus keberadaan enam ekor burung kasturi kepala hitam. Burung-burung endemik Papua yang berstatus dilindungi itu sengaja disembunyikan para pelaku di beberapa lokasi terpisah demi mengelabuhi aparat yang berpatroli.

Baca Juga: Kaster TNI Temui Wakil Komandan US INDOPACOM di Shangri-La Dialogue, Bahas Stabilitas Indo-Pasifik

Modus operandi para pelaku tergolong nekat. Tim gabungan menemukan dua ekor burung mendekam di dalam jerigen, satu ekor terkurung di dalam karton bawah tangga kapal, serta tiga ekor lainnya terselip di bawah tempat tidur penumpang dalam wadah tertutup.

Aparat kemudian menginterogasi dua orang penumpang yang kedapatan membawa satwa langka tersebut. Penumpang berinisial IRW diketahui tengah menempuh rute perjalanan Wasior–Makassar, sedangkan AM memesan tiket untuk rute Manokwari–Makassar.

Kepada petugas di lapangan, kedua pria tersebut berdalih tidak mengetahui bahwa burung kasturi kepala hitam termasuk satwa yang dilindungi undang-undang. Setelah menerima edukasi dan penjelasan dari pihak BBKSDA Papua Barat Daya, keduanya akhirnya menyerahkan satwa liar tersebut secara sukarela.

Komandan Kodaeral XIV Sorong Laksamana Muda TNI Djatmoko, menegaskan operasi ini merupakan bukti nyata keseriusan jajarannya dalam menjaga kelestarian alam Indonesia.

Baca Juga: Satgas PKH: Penyelundupan yang Dicegat TNI AL di Batam Bawa Bahan Baku Nuklir

"TNI AL melalui Kodaeral XIV berkomitmen penuh mendukung pengawasan sekaligus penegakan hukum terhadap perdagangan satwa liar dilindungi. Tindakan ilegal seperti ini mengancam kelestarian keanekaragaman hayati Indonesia," ujar Djatmoko, dikutip dari keterangan Dispen Kodaeral XIV, Minggu (31/5).

Djatmoko juga menambahkan, keberhasilan operasi fajar ini tidak lepas dari solidnya koordinasi antarinstansi di wilayah pelabuhan. "Langkah tegas ini merupakan wujud nyata sinergitas kami dengan aparat terkait dalam upaya menegakkan hukum dan menjaga keamanan di laut," pungkasnya.

Guna penanganan lebih lanjut, tim gabungan langsung mengevakuasi seluruh burung sitaan tersebut. Petugas membawa satwa hasil temuan ke kantor bidang KSDA wilayah I Sorong untuk proses pendataan dan perawatan sebelum nantinya dilepasliarkan kembali ke habitat asli mereka.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.