Gerakan Ketahanan Pangan, Pangkostrad Tanam Padi Perdana di Subang

Jakarta, IDM - Panglima Kostrad (Pangkostrad) Letnan Jenderal TNI Muhammad Saleh Mustafa bersama Penjabat (Pj) Bupati Subang Imran melaksanakan kegiatan gerakan nasional ketahanan pangan, penanaman perdana budi daya padi di lahan ketahanan pangan Kostrad, bertempat di Dusun Sukamandi, Kecamatan Ciasem, Kabupateb Subang, Jawa Barat. Kamis (4/1/2024).
Dalam sambutannya, Pangkostrad menyampaikan, bahwa Program ketahanan pangan Kostrad sudah dilaksanakan dan berjalan dibeberapa daerah seperti di Bogor, Karawang, Sukabumi, Tasikmalaya, Garut, Ciamis dan Pangandaran. Lahan yang digarap tersebut milik Kostrad maupun bekerja sama dengan Pemda, Swasta dan Stakeholder lainnya yang peduli akan kedaulatan pangan di negara tercinta kita.
Baca Juga: Pushidrosal Gelar Survei Hidro-oseanografi Jalur Pipa Bawah Laut di Perairan Kalimantan Utara
“Agar program ketahanan pangan terus berkelanjutan sebagai upaya membantu Pemerintah untuk menjamin ketersediaan pangan nasional. Saya berharap, semoga hasilnya dapat dirasakan oleh masyarakat, khususnya yang berada di daerah ketahanan pangan Kostrad,” kata Pangkostrad.
“Atas berbagai upaya ini, saya atas nama pribadi dan selaku Pangkostrad mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah ikut serta mendukung secara langsung maupun tidak langsung dalam program ketahanan pangan Kostrad, khususnya kepada Pemda Subang, PT. SHS dan masyarakat Subang. Semoga partisipasi yang telah diberikan menjadi ladang amal dan dapat memberikan manfaat yang cukup besar bagi kita semua,” tambah Pangkostrad.
Dalam kesempatan tersebut, Pejabat (Pj) Bupati Subang Dr. Drs. Imran, M.Si., MA.Cd mengatakan bahwa pihaknya berterima kasih dengan adanya Gerakan Nasional Ketahanan Pangan yang dilaksanakan oleh Kostrad dan jajaran.
Baca Juga: 58 Taruna AAL Jalani Pendidikan Komando Marinir, Digembleng Kuasai Medan Tempur
"Kami menyambut baik respon positif dari Pangkostrad beserta jajarannya yang berkomitmen untuk mendukung terlaksananya adanya Gerakan Nasional Ketahanan Pangan di Kabupaten Subang,” ujarnya.
Sementara itu, Dansub Satgas Hanpangan Kostrad Wilayah Subang Letda Arm Sudedi menjelaskan bahwa lahan ketahanan pangan Kostrad diwilayah subang seluas 30 Hektare, proses tanam seluas 15 Ha kedepan akan diperluas, jenis padi yang ditanam adalah Varietas Inpari 32 dengan menggunakan cara mekanisasi, target produksi minimal 7.5 ton/Ha GKP (Gabah Kering Panen).
"Padi yang ditanam Pangkostrad ini akan dipanen pada 14 April 2024 mendatang dan hasilnya diperkirakan bisa diatas 7 ton per hektare," katanya. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































