HANKAM

Gerak Cepat Prajurit TNI AU dalam Operasi Pencarian Korban Longsor di Banjarnegara

Prajurit Denhanud
Prajurit Denhanud 474 Korpasgat mengangkut puing-puing yang tertimbun longsor. (Foto: Dok. Instagram @militer.udara)

Jakarta, IDM – TNI Angkatan Udara (TNI AU) mengerahkan prajurit dari Detasemen Pertahanan Udara 474 Korps Pasukan Gerak Cepat (Denhanud 474 Korpasgat) dan Lanud J.B Soedirman untuk membantu pencarian korban longsor di Dusun Situkung, Desa Pandanarum, Banjarnegara, Jawa Tengah, Kamis (20/11).

Keterlibatan mereka dalam operasi tersebut menjadi wujud nyata komitmen TNI Angkatan Udara untuk selalu hadir di tengah kesulitan masyarakat, yang sejalan dengan visi TNI AMPUH (adaptif, modern, profesional, unggul, humanis).

“Upaya berkelanjutan ini merupakan bentuk nyata kepedulian TNI AU, melalui Denhanud 474 Korpasgat dan Lanud J.B. Soedirman, dalam mendukung penanganan bencana serta memberikan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat yang terdampak,” jelas Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Dispenau) dikutip dari unggahan Instagram @militer.udara, Jumat (21/11).

Baca Juga: Kadislitbangal Beberkan Peran ‘Drone Kamikaze’ dalam Medan Tempur Modern

Dalam operasi pencarian tersebut, para prajurit TNI AU tergabung dalam tim SAR gabungan yang terdiri dari Batalyon 406/CK, Basarnas, Kodim 0704/Banjarnegara, Lanal Cilacap, Brimob, jajaran Polda Jateng, serta relawan dari berbagai organisasi.

Tim SAR memulai operasi dengan melakukan apel, kemudian membuka akses jalan dengan menggunakan ekskavator di titik longsor. Langkah tersebut dilakukan untuk memperlancar pergerakan alat berat maupun personel di lapangan.

Prajurit Denhanud
Prajurit Denhanud 474 Korpasgat dan Lanud J.B Soedirman yang tergabung dalam tim SAR gabungan operasi pencarian korban longsor di Banjarnegara. (Foto: Dok. Instagram @militer.udara)

Selain itu, anjing pelacak K9 dikerahkan untuk menelusuri titik-titik yang diduga kuat menjadi lokasi korban tertimbun, serta melakukan penyemprotan air ke material longsor guna mempercepat proses penggalian.

“Berkat kerja sama dan koordinasi yang solid, tim SAR gabungan berhasil menemukan lima korban pada pencarian hari ini,” jelas Dispenau.

Baca Juga: Gara-gara Kecelakaan Mobil, Babinsa TNI AD Temukan 90 Ribu Pil Ekstasi di Jalan Tol

Selama proses pencarian, prajurit TNI AU bersama unsur SAR lainnya juga membantu mengamankan barang-barang milik warga di area terdampak sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) sebelumnya menjelaskan, longsor besar yang terjadi di Banjarnegara pada Minggu (16/11) dipicu hujan lebat dengan durasi panjang selama dua hari terakhir.

Hujan intens tersebut kemudian menyebabkan kondisi tanah mencapai kejenuhan ekstrem, sehingga memicu terjadinya longsoran besar. (yas)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.